Story cover for Redamancy by Atika_R_Diana
Redamancy
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 26, 2022
Kami berjumpa dalam cerita yang tak ada jeda. Berharap rentang waktu yang kian lama.
Menyemai memupuk memanen segala hal bersama, mengulanginya lagi dan lagi, begitu seterusnya.
All Rights Reserved
Sign up to add Redamancy to your library and receive updates
or
#326truestory
Content Guidelines
You may also like
You're Here, But Not For Me by MyMiela
8 parts Ongoing
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
You may also like
Slide 1 of 10
Remember?  cover
Cerita Kita cover
do you miss me ? cover
WHO? [Hyunjin×KimDongHee] cover
You're Here, But Not For Me cover
You And Me(Complete) cover
From Forty Thousand Mile's cover
𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃] cover
See You Goodbye cover
Regrets of Love cover

Remember?

15 parts Complete

•COMPLETED• Apakah kau ingat? Saat kau berkata kau mencintaiku? Aku mengingatnya. Aku ingat saat hatiku berdebar keras dan wajahku bersemu merah. Aku ingat saat kau tertawa. Aku ingat bahwa tawamu adalah hal terindah dalam hidupku. Tawamu, senyumanmu, wajahmu, suaramu, matamu, dan semua hal dari dirimu. Aku mencintai itu semua. Dan terutama. Aku mencintaimu. Dengan sepenuh hati kecilku. Tapi kenapa kau melakukannya? Kenapa kau meninggalkan aku? Apakah itu salahku? Apakah karena aku kau memilih untuk pergi? Jika benar, kumohon maafkan aku. Aku tidak bisa melakukan apapun. Kecuali mendekap seluruh kenangan tentang dirimu. Tapi ketahuilah, dimanapun kau berada, aku akan selalu mencintaimu. ••••• Ga pinter buat sinopsis yiha ;-; Mungkin agak aneh diawal, tapi semoga ntar nggak aneh lagi :) ••••• !WARNING! Cerita ini ditulis oleh anak berumur 13 tahun yang menyedihkan. Aku tidak menyarankan kalian untuk membaca ini, tapi aku akan berterimakasih atas waktu yang kalian luangkan untuk membaca ini.