Keluh-Berkisah

Keluh-Berkisah

  • WpView
    Reads 694
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 87
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 2, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Hanya tentang manusia yang ingin mengeluh namun tak ingin dianggap rapuh. Tulisan menjadi jalan yang ditempuh, biar bebannya tak lagi dibawa, karena telah tumpah ke dalam kata yang bisu, hingga telinga pun tak mampu mendengarnya.
All Rights Reserved
#275
kisahhidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Apa Itu rumah (SUDAH TERBIT)
  • Slow Days (FIN)
  • senja di matamu
  • Mengejar Ridho Allah
  • LENGKARA
  • Keazen (A Sly World)
  • Obstinate
  • Laskar Jingga

Ternyata rumah bukan tempat ataupun siapa yang membuat kitanya nyaman. Kenyatannya mereka akan hilang jika sudah waktunya tiba. Berharap atau menggantung sesuatu kepada mahluk yang katanya hanya sementara hanya membuat suatu harapan yang berakhir kekecewaan. Aku sadar tidak semua orang memiliki rumah, mereka hanya bisa berputar mengelilingi dirinya sendiri. Menyemangatinya sendiri, menasehatinya sendiri, bahkan menangisi dirinya sendiri. Terkesan menyedihkan tapi itu lebih baik dari pada harus berharap pada sesuatu yang katanya sementara. -Sienna Azzura Taqiyyah _______________________________________________________ Copyright adrsma.

More details
WpActionLinkContent Guidelines