C
  • WpView
    LECTURAS 13,583
  • WpVote
    Votos 1,347
  • WpPart
    Partes 27
WpMetadataReadConcluida jue, sep 19, 2024
WpInfo
No ficción
"Drama banget hidup gue. Bahkan sinetron azab pun tidak semenyedihkan ini, sial." Gadis itu menunduk, melihat ke bawah dengan tatapan kalut. Kemudian ia menatap ke atas langit, hujan, tak ada bintang. Hanya ada langit gelap yang sesekali menjadi begitu terang karena kilatan petir. "Mak, kenapa nggak ajak Clara sekalian, sih?" lirih gadis itu membiarkan air hujan menerpa wajahnya yang penuh luka lebam. Bahkan tetesan air di tangannya berubah menjadi kemerahan, bercampur dengan darah. Ia tak menangis, lebih tepatnya sudah lama ia tidak bisa menangis. Sebelum memutuskan keluar di tengah hujan lebat, ia menikmati kesendirian yang menyakitkan di emperan ruko tak jauh dari jembatan ini. Sendiri yang begitu sakit karena dadanya yang sesak dan tangannya yang tak berhenti mengeluarkan darah yang bersumber dari sayatan yang ia buat sendiri. Ia kembali menundukkan kepala. Memejamkan mata erat, membiarkan rasa sakit fisik dan mentalnya bersatu dengan gumuruh suara petir. Mungkin, ini terkahir kalinya ia menikmati rasa sakit itu. Karena ia memilih untuk, menyerah. "Lo gila?!" Gadis itu membuka kembali matanya, tangannya semakin terasa perih karena terbentur aspal jembatan. Tak lain karena dorongan pemuda yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Ia mengerjap bingung. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. "Lo mau bunuh diri, hah!?" Sentakan pemuda itu membuat dia sadar, ia gagal. Gagal untuk mengakhiri penderitaannya malam ini. Menyadari hal itu membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata. Entah ia harus bersyukur atau justru menyalahkan pemuda yang saat ini berjongkok di hadapannya. Pemuda yang membuat percobaan bunuh dirinya malam ini gagal total. Jadi ia masih harus melanjutkan hidupnya yang menyedihkan ini?
Todos los derechos reservados
#24
astory
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AMERTA : The Last Embrace
  • Live or Die [END]
  • My Second Life (Completed)
  • If I Die, Will You Listen?
  • Meneroka Jiwa
  • Pendar [selesai]
  • DEAR RAGA
  • Tokoh Utama

Seorang gadis bernama Xiera Laurent Ravendra yang memegang janji dari sahabat kecilnya. Sahabat yang selalu menemaninya di setiap keadaan apapun, kini pergi meninggalkan nya. Hari demi hari berganti, tahun demi tahun berlalu. Sebuah janji yang tidak tau kapan akan di tepati. Ataukah tidak akan pernah di tepati? Dan di saat ia sudah mulai melepas semua janji yang pernah di ucapkan. Mengenang semua kenangan tanpa kembali berharap. Namun, belum sempat semua itu terlaksana, orang yang selama ini ia tunggu malah kembali dengan ingatan yang tak lagi utuh. "Maaf." Hidupnya bertambah pelik ketika ia menemukan berbagai fakta yang tak pernah ia pikirkan sama sekali. "Kenapa kamu harus bohongin aku!?" Sekarang, hanya satu yang dirinya ingin tanyakan ... apakah semesta sedang mempermainkan takdirnya? ◦◎◦━◦◎◦ 𝐀𝐭𝐭𝐞𝐧𝐭𝐢𝐨𝐧⚖️❗ • Terdapat kekerasan dalam cerita ini. • Silahkan lewati part jika merasa terganggu atau tidak nyaman. • Para plagiator mending pergi jauh jauh by : @slnnnseaa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido