C
  • WpView
    Reads 13,418
  • WpVote
    Votes 1,346
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Thu, Sep 19, 2024
"Drama banget hidup gue. Bahkan sinetron azab pun tidak semenyedihkan ini, sial." Gadis itu menunduk, melihat ke bawah dengan tatapan kalut. Kemudian ia menatap ke atas langit, hujan, tak ada bintang. Hanya ada langit gelap yang sesekali menjadi begitu terang karena kilatan petir. "Mak, kenapa nggak ajak Clara sekalian, sih?" lirih gadis itu membiarkan air hujan menerpa wajahnya yang penuh luka lebam. Bahkan tetesan air di tangannya berubah menjadi kemerahan, bercampur dengan darah. Ia tak menangis, lebih tepatnya sudah lama ia tidak bisa menangis. Sebelum memutuskan keluar di tengah hujan lebat, ia menikmati kesendirian yang menyakitkan di emperan ruko tak jauh dari jembatan ini. Sendiri yang begitu sakit karena dadanya yang sesak dan tangannya yang tak berhenti mengeluarkan darah yang bersumber dari sayatan yang ia buat sendiri. Ia kembali menundukkan kepala. Memejamkan mata erat, membiarkan rasa sakit fisik dan mentalnya bersatu dengan gumuruh suara petir. Mungkin, ini terkahir kalinya ia menikmati rasa sakit itu. Karena ia memilih untuk, menyerah. "Lo gila?!" Gadis itu membuka kembali matanya, tangannya semakin terasa perih karena terbentur aspal jembatan. Tak lain karena dorongan pemuda yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Ia mengerjap bingung. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. "Lo mau bunuh diri, hah!?" Sentakan pemuda itu membuat dia sadar, ia gagal. Gagal untuk mengakhiri penderitaannya malam ini. Menyadari hal itu membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata. Entah ia harus bersyukur atau justru menyalahkan pemuda yang saat ini berjongkok di hadapannya. Pemuda yang membuat percobaan bunuh dirinya malam ini gagal total. Jadi ia masih harus melanjutkan hidupnya yang menyedihkan ini?
All Rights Reserved
#24
astory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Wrong Dream
  • My Second Life (Completed)
  • Meneroka Jiwa
  • DEAR RAGA
  • Tokoh Utama
  • Happy Ending
  • Detak Terakhir
  • If I Die, Will You Listen?

Ketika kurvamu menghantam garisku,aku merasa menjadi wanita paling spesial saat itu. Namun beda rasanya ketika baramu meleburkan emasku,semua yang berputar,tak lagi pada porosnya, hilang tak terkendali,seakan hendak menghancurkan pilar pilar yang tadinya akan abadi. Namun perlahan,hidupku berlalu seperti biasa. Berjalan dengan mestinya layaknya siang dan malam. Terkecuali pada rayuan ombak pagi tadi,aku tak ingin terlalu terbuai. Aku cukup takut untuk terseret,terbawa dalam ganasnya gulungan ombak sebelumnya. Namun aku terlanjut hanyut. Tipu dayamu,aku selalu terombang ambing. "Cla,gue nyesel suka salah paham mulu sama lo". Titan tertunduk dibalik topi hitamnya "Yaudah,mau gimana lagi". Clara sedikit sesak setelah pernyataan itu semua,mengingat semua yang telah terjadi "Gue sayang sama lo,gue gabisa boongin diri gue sendiri. Dan lo berhak tahu" Demi apapun Clara menangis,meskipun dia selalu berusaha menutupi air matanya sampai sampai menangis sejadi jadinya. "Lo pacar orang Tan,dan dia sodara gue!". Clara menegaskan perkataannya,dia sudah tidak sanggup lagi menyembunyikan kesedihannya. *** Hmm terus apa ya kisahnya sebenernya? Tambahinn ke perpustakaan kalian yuk buat dapet notif part part barunya. Jangan jadi silent reader juga. Kasih komentar dan voment juga Salam hangat(≧∇≦)

More details
WpActionLinkContent Guidelines