Dear, Rindu

Dear, Rindu

  • WpView
    Leituras 39
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, dez 27, 2022
WpInfo
Ficção
Romance
Kata Rindu, hidup terlalu lucu untuk ditangisi. Tapi kata Delon, hidup perlu untuk ditangisi sesekali. Bukan agar kita terlihat lemah. Melainkan agar kita tahu bahwa semua tak harus sempurna. Bahwa hidup, tak selalu berjalan sesuai rencana dan selalu ada kejutan di tiap episodenya. Menangis bukan berarti lemah. Mengeluh bukan berarti tidak bersyukur. Rindu hanya manusia biasa. Yang membutuhkan kasih dan cinta. Selayaknya Tuhan menganugerahkan Delon kepadanya. Sesosok laki-laki yang mampu menghiasi hidupnya dengan penuh cinta atau malah duka?
Todos os Direitos Reservados
#43
delon
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Posesif Gildan
  • AFTER RAIN : 10 YEARS LATER [☑]
  • Jendela
  • Sweet Combat
  • CACING PITA
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • King Of Bucin [SELESAI]✔
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • BAD LIAR (Completed)

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo