Retakan di Jalur Undangan

Retakan di Jalur Undangan

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 23, 2023
WpInfo
Fiction
Horror
18+ Up setiap Jumat! Cerita ini adalah rahasia kegelapan! Jangan lupa untuk memberikan support dan komentar agar sang penulis menjadi lebih baik. Pada hari Selasa, jam menunjukkan pukul 11.35 malam. Seorang wanita berjalan pelan di kegelapan malam sembari membawa bayi di dalam pelukannya. Beberapa kali rintihan suara darinya, seakan menahan sakit yang mengerikan. Wanita itu tampak terjatuh dari kejauhan, kesadarannya mulai termakan kegelapan. Seorang pria lari tergopoh-gopoh untuk ikut membantu wanita itu. Tampak sekujur tubuh telah dipenuhi bercak darah. "Mbak abis dari mana?" tanya pria itu dengan kebingungan, "kok bisa kayak gini?" Melihat kondisi perut wanita yang sudah tertusuk benda tajam itu, dan bayi yang tali pusarnya masih belum terpotong, membuat pria berkulit sawo matang itu terkejut dan merasakan guncangan hebat diperutnya. Wanita itu dengan suara terbata-bata, ia menunjuk arah dari mana ia berasal. Namun tak sempat menjelaskan wanita itu kini telah mati bersama kesunyian malam itu. Bayi yang kini ada di pelukan pria itu, tampak tertidur pulas, tanpa suara. "Mungkinkah mati? Apa yang harus kulakukan jika orang melihatnya?" pikirnya. "Aku bisa celaka!" **** Sabtu, pukul 05.00 sore, Harno mengetuk pintu Suji, Janda menarik dengan bodi semlohai yang amat di puja-puji. Wanita itu keluar dengan senyuman manis di wajahnya. "Loh tumben datang, ada masalah apa Pak No?" tanya Suji tampak kebingungan. "Ah, gak apa, saya cuma mau mampir, ini kan sudah 2 tahun kamu belum mau nikah lagi." Suji yang mendengar itu sedikit mengerti, ia pun mempersilakan Harno untuk masuk ke dalam rumah. Ia pun meletakan minuman hangat di meja tamu. Harno mengangguk dan lanjut menatap Wanita yang kini dihadapannya. Tampak sangat cantik dan menggoda, Belum dikaruniai anak dan masih muda, entah apakah ia sudah pernah di sentuh suaminya. Harno berdecak kagum dengan penampilan Suji. Ia pun meraih tangan Suji dan Next? Baca Episode selanjutnya ya!
All Rights Reserved
#3
dyan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BTTH : The Fallen Genius
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • HIDDEN [Dark Series IV] [End]
  • Siapa di Situ?
  • Pemburu Cinta (Panjul Part 5)
  • IBU ASI BABY ZEEAN
  • AIR MATA IBLIS : untold story of Kanaya

"Ayah, apakah kamu memanggilku?" Xiao Yan berdiri di pintu ruang resepsi, menatap ayahnya. Xiao Zhan hendak berbicara ketika Nalan Yanran tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, menatap Xiao Yan dengan takjub. "Kamu... kamu Xiao Yan?!" "Siapa kamu?" Xiao Yan menatap wanita muda yang agak akrab itu, dengan lembut mengetuk dagunya saat dia berpikir sejenak. Kemudian, matanya melebar saat dia menunjuknya. "Pecinta kuliner kecil!!!" "Siapa pecinta kuliner kecil itu?!!" Setelah mendengar kata-kata Xiao Yan, wajah Nalan Yanran segera berubah merah terang, penuh rasa malu dan marah. Dan pada saat ini, semua orang di dalam dan di luar ruang resepsi dibiarkan tercengang. Melihat ini... apakah kedua anak muda ini saling mengenal? Sama seperti semua orang dipenuhi dengan keraguan, kemerahan di wajah Nalan Yanran memudar, dan ekspresinya berubah sangat serius. Dia berbalik ke arah Xiao Zhan, menangkupkan tinjunya, dan berbicara dengan tegas. "Paman! Yanran datang hari ini hanya dengan satu tujuan!" Setelah mendengar kata-kata Nalan Yanran, Ge Ye segera bereaksi, menandakan para pelayan untuk membawa maju pil obat yang telah disiapkan sebelumnya sebagai permintaan maaf, sementara juga siap untuk melangkah untuk membantu. Tapi kata-kata berikutnya dari Nalan Yanran meninggalkannya membeku di tempat. "Saya berharap untuk segera menikah dengan keluarga Xiao! Sekarang juga!" ??? Dalam sekejap, seluruh ruang resepsi jatuh ke dalam keheningan. Wajah Ge Ye penuh kebingungan saat dia menatap kosong ke arah Nalan Yanran. Nyonya Muda? Bukankah dia di sini untuk membatalkan pertunangan? Bagaimana bisa berubah menjadi lamaran pernikahan???

More details
WpActionLinkContent Guidelines