pelukan terakhir

pelukan terakhir

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 7, 2024
Ayana merasa terpukul saat dirinya di diagnosa leukimia. Ia begitu putus asa bahka ia berpikir jika Tuhan tidak berpihak kepadanya, Tuhan tidak mengizinkannya bahagia. Hingga dia di pertemukan dengan seorang lelaki yang tidak sengaja menolongnya, lelaki itu bernama Fattah. Lelaki yang begitu sopan, mampu membuat gadis itu berubah pikiran. Namun siapa sangka, jika ternyata lelaki itu memiliki masalah yang lebih rumit dengan keluarganya. Ayana mencoba membantunya, tetapi ia malah jatuh hati pada lelaki tersebut. Padahal lelaki itu sering melarangnya untuk tidak jatuh cinta padanya. Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya? Mampukah Ayana menahana perasaannya? Atau Fattah yang kalah jatuh cinta pada gadis tersebut?
All Rights Reserved
#290
friendzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Felicia> Januari With You
  • Me,You and the story we went through.
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • DON'T LET ME GO!
  • Antara Nada dan Lensa
  • SERENDIPITY : a Fact
  • TAKDIR ALYA(Slow Up)
  • Aldeva
  • After Summer Rain (TERBIT)
  • Annam Al Abbiyan

‎Hendra... ‎seorang anak SMP yang bahkan tak lagi bersekolah. ‎Kulitnya legam, senyumnya pelan, ‎hidupnya penuh hinaan dan tatapan jijik. ‎ ‎Ia hanya ingin dagangannya laku... ‎dan pulang tanpa luka yang terlalu dalam. ‎ ‎Hingga suatu hari, ‎datanglah seorang gadis seperti bidadari. ‎Felicia. ‎ ‎Gadis cantik bermata sipit, keturunan kaya, ‎berjalan pelan ke arahnya... ‎lalu bicara dengan suara paling lembut yang pernah ia dengar. ‎ ‎Felicia tidak takut, tidak jijik. ‎Ia menggenggam tangan Hendra... ‎menemani dagangannya, duduk di sisinya, ‎dan mencintai dia-yang bahkan tak pernah mencintai dirinya sendiri. ‎ ‎Hari demi hari, Felicia menjadi cahaya. ‎Membuat Hendra tersenyum. Membuatnya percaya... ‎bahwa seseorang sepertinya bisa dicintai... bisa berarti. ‎ ‎Tapi cinta seperti Felicia tak datang untuk selamanya. ‎ ‎Dulu, seorang kakek pernah berkata, ‎"Kalau suatu hari... ada seseorang yang datang padamu, ‎seseorang yang mustahil untuk hadir dalam hidupmu... ‎tapi dia datang, menoleh, tersenyum, lalu duduk di sebelahmu, ‎biasanya... dia hanya dikirim untuk sebentar saja. ‎Untuk membuatmu merasa dicintai, ‎untuk menyembuhkan hatimu yang diam-diam patah. ‎Lalu setelah itu... dia akan pergi. ‎Bukan karena tak cinta... ‎tapi karena Penciptanya memanggil pulang." ‎ ‎Benarkah... Felicia akan pergi? ‎Apakah cinta sehangat itu... hanya datang untuk dikenang? ‎Dan bila benar ia akan hilang... ‎mampukah Hendra mengucap selamat tinggal... pada satu-satunya cahaya dalam hidupnya? 💔 ‎.

More details
WpActionLinkContent Guidelines