HUMAIRA

HUMAIRA

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 1, 2023
Humaira. Gadis berusia enam belas tahun itu terlahir dari keluarga yang terpandang. Anak bungsu dari pasangan suami istri yaitu orang tuanya yang bernama Aziz dan Nengsih. Dia juga cucu perempuan satu-satunya dari keluarga papa kandungnya, Sedangkan kedua abangnya adalah cucu laki-laki pertama dari keluarga mama kandungnya. Sejak kecil Humaira selalu dijadikan seperti layaknya seorang ratu. Ia tak pernah dibiarkan terluka ataupun menangis oleh papanya dan juga kedua abangnya. Dan juga ketika keluarga besar dari papanya berkumpul, dia akan merasa benar-benar dilindungi dan disayangi. karena hanya dia-lah seorang perempuan dari sepupunya yang lain. Namun, kebahagiaan memang tak selalu bersama. papanya yang ia sayangi meninggal dunia pada saat dirinya baru menginjakkan kaki di kelas tujuh smp. Tentu saja dirinya benar-benar merasa hancur kehilangan sosok pahlawan yang selama ini bersamanya. Terselang selama satu tahun semenjak kematian papanya, mamanya meminta persetujuan agar menikah lagi dengan seorang duda. Mau tidak mau akhirnya Humaira menyetujuinya dengan alasan supaya mamanya tidak terlalu capek karena bekerja keras untuk ketiga anaknya. tapi ternyata sama saja seperti saat mamanya belum menikah, sama-sama sibuk. Mamanya sekarang malah menjadi sekretaris papa barunya. Ia sempat mengira jika papa barunya adalah sosok yang bengis ataupun kejam. Namun siapa sangka papa barunya itu malah seperti papa kandungnya sendiri, sangat baik. Keluarga besarnya pun mau menerima keluarga kecilnya. Selama remaja ia tak pernah berpacaran. Ia juga sama sekali tidak tertarik dengan laki-laki. Tapi saat dirinya kelas sebelas SMA sesuatu hal membuat dia terpaksa berpacaran dengan seorang lelaki seusianya. itupun dengan syarat dan waktu selama satu bulan. "janji jangan ada yang tahu kita cuma tantangan?," "janji!." "mau pegangan tangan?," "bukan muhrim!!." "gue terlalu mendalami peran,sampai gue lupa kalo cuma tantangan," "Maaf...."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BALADA KEHIDUPAN
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Nikah Dadakan [Mager Ngelanjutin]
  • GAHENDRA RAJAWALI
  • Become a Great Mom [Completed]
  • Angel To Raya (END)
  • my children but, not my child (END)
  • Bukan wanita biasa (TAMAT)

Tentang balada kehidupan Setiap orang tentu mempunyai cerita atau kisah hidup yang unik,bahagia, atau mungkin memuakan, tapi itu lah hidup bak drama yang tak berkejelasan dan sukar untuk ditebak, namun dibalik itu kisah masa lampau selalu menjadi topik yang renyah untuk di bahas dikemudian hari, entah itu dibahas dengan pemeran yang ada dalam kisah itu atau mungkin sebagai dongeng untuk pengantar tidur anak anak kita,misalnya. Kisah ini bukan lah kisah yang akan membuat berdecak kagum atau memberi kalian sugesti untuk menjadi lebih baik (kalau pun kalian menjadi lebih baik setelah membaca buku ini saya ucapkan selamat dan terimakasih). Namun kisah ini akan mengantar kalian kembali ke masa masa yang (mungkin) pernah kalian alami sendiri. Ulam tawa semesta adalah nama seorang manusia yang terlahir dari keluarga sederhana, menjalani masa kecil dengan penuh kebahagian, kasih sayang orang tua yang tak terhingga untuknya menjadikan dia seorang laki laki sedikit manja dan cengeng, memasuki usia remaja berbagai macam kenakalan remaja sudah dicicipnya, perkelahian dan tawuran seolah olah sudah menjadi olahraganya sendiri, meskipun begitu, otaknya terbilang cerdas dengan dibuktikan peringkat kelas selalu berada ditangannya, menjadi mahasiswa dan menjelma menjadi aktivis "kiri" semakin menjelaskan untuk apa dia hidup, perjudian,pertemanan,percintaan, dan kehilangan orang tersayang mewarnai jalan hidupnya, namun tuhan selalu punya kejutan untuknya, yang berhasil membuatnya selalu berucap syukur. Pesanku, ketika kalian membaca buku ini sebaiknya jangan sedang mengemudikan mobil, sebab aku tak mau buku ini di kambing hitamkan apabila kalian menabrak tiang listrik, tapi kalau mobil kalian sudah memakai sistem driver-assistance, menurutku tak apa. Salam damai dan salam hangat dariku untuk kalian dimanapun berpijak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines