We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Fireflies

Fireflies

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 29, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Seseorang baru saja mengamati kompleksitas Dark Nebula di Observatorium kampus top dunia di Massachusetts. Tentu saja, ia adalah seorang pria luar biasa yang telah menjadi bagian dari Departemen Astronomi Universitas Harvard. Kunjungannya hari itu adalah yang spesial sebab kenangan masa lalu mendiang sang ayah, seorang dokter bedah saraf yang meninggal dalam kondisi sakit jiwa saat sang istri tengah koma membuat dunianya runtuh dalam keabadian. "Mungkin rasa sakit saat melihatnya pergi adalah reka cerita yang tidak selalu menyakitkan, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Namun Kakek sudah memperingatkanku, bahwa ia yang pergi saat itu tidak akan pernah kembali lagi, Ka." - Andena
All Rights Reserved
#47
wattpad2024
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Swan's Last Pirouette
  • Dewa Keberuntungan [End]
  • Segelap Malam (END)
  • HIDDEN I (The End)
  • The Black Room
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • Mind Reader In Love (editing)
  • Date With Benefit
  • CLOSER
  • Fierce Love

"Diora Odyssera, right? Saya Matteo Ryder, dokter di sini." kata Pria itu sambil sedikit membungkukkan badan. Suaranya lembut, tapi tegas. "So what? Mau ngasih ceramah ke gue nih?" tanya Diora, nadanya tajam dan sinis seperti biasa. "Saya bukan penceramah," jawab Matteo, dengan nada lembut namun tegas. "Tapi sepertinya saya baru saja menemukan pasien yang memutuskan untuk kabur dari ruangannya tanpa izin." "Gue gak kabur," sergah Diora cepat. "Gue cuma... benci ruangan itu. Gak ada yang nyuruh gue istirahat di tempat kayak penjara, kan?" Matteo tersenyum kecil, wajahnya tetap tenang. "Memang tidak ada yang bisa memaksa kamu. Tapi, duduk di sini juga bukan pilihan yang paling aman. Kamu seharusnya beristirahat." "Listen me, dokter..." Diora menatap Matteo dengan sinis. "Gue gak ngerti kenapa lo mau peduli sama orang kayak gue," kata Diora akhirnya, meski dengan nada sinis. "Lo kayaknya punya pasien lain yang lebih penting, deh." "Kamu juga penting," jawab Matteo sambil tersenyum tipis. "Setiap pasien penting." --- Diora Odyssera, Gadis muda yang mempesona bak bunga begonia yang cantik dan anggun, namun sepenuhnya mandiri. Ia tidak membutuhkan orang lain untuk tumbuh, dan bahkan menolak simpati orang-orang di sekitarnya. Sikap sombongnya muncul sebagai pelindung dari dunia luar yang tak bisa ia percayai. Sedangkan Matteo Ryder, pria yang bagaikan sinar matahari itu penuh kebaikan hati dan empati. Selalu siap membantu tanpa pamrih, ia berusaha memberikan cahaya bagi siapa pun yang membutuhkan. Namun, meskipun Matteo menawarkan kehangatan dan perhatian, Diora yang seperti bunga begonia itu tidak membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh. Ia memilih untuk tetap berada di dunia gelapnya, menolak segala bentuk kasih sayang yang datang. --- Start : 12 Desember 2024 End :

More details
WpActionLinkContent Guidelines