We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Senja Terakhir Tuan dan Nona

Senja Terakhir Tuan dan Nona

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Tuan, 365 senja yang sudah berlalu Lalu kau dimana Tuan? Tuan, 365 gelas teh hangat sudah dingin Lalu bagaimana Tuan? Tuan, 365 hari tanpa mu ternyata tak begitu baik Lalu kapan kau kembali? Tuan, Nona bahagia hari ini kau mendatanginya Lalu jemari siapa yang kau genggam itu?
All Rights Reserved
#82
nona
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • BEGIN ; our journey
  • you again ✔
  • KHALILA AND OTHERS
  • CLOSER
  • REGA
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • ARDIRA [SELESAI]

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines