Marvin Untuk Nara

Marvin Untuk Nara

  • WpView
    Reads 16,375
  • WpVote
    Votes 1,047
  • WpPart
    Parts 67
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2026
[UPDATE TERGANTUNG MOOD] "Mimpi adalah bagian terbaik dari hidupku ... dan kamu adalah bagian terbaik dari mimpi itu ...." Nara tidak menyangka keputusannya untuk bersama Marvin ternyata membuka kembali luka lama menyakitkan yang berusaha dia lupakan. Akankah dia tetap bertahan dengan pilihannya? "Ke mana pun dan sejauh apa pun kamu pergi, aku pasti akan menemukanmu. Karena kamu milikku selamanya."
All Rights Reserved
#216
marvin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Say Bye
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • TEPI EMOSI (End)
  • You Are Mine [Terbit]
  • The Game
  • Crazy Marriage
  • RETAK [END]
  • Mine
  • Something Between Us
Say Bye

Setelah Ervan memutuskannya enam tahun lalu, Qia hanya ingin hidupnya baik-baik saja. Dia ingin kerja dengan giat, punya banyak teman, makan teratur, serta tidur nyenyak tanpa harus menonton video mukbang atau ASMR dulu di YouTube alih-alih untuk mengalihkan rasa sakit di hatinya yang selalu datang setiap malam. Keinginan itu tidak muluk, cenderung mudah, tapi kenapa terasa sangat sulit untuknya? Terlebih saat Ervan tiba-tiba mengumumkan pernikahan, semua rencana hidup baik-baik saja yang Qia susun, hancur berantakan. Qia hilang arah. Tidak mau Ervan melihatnya masih berantakan, segala upaya Qia lancarkan agar terlihat bahagia di depan cowok itu. Dari mulai mengencani banyak cowok hingga dia tidak sengaja menjadi selingkuhan orang. Atau juga belajar menerima Adi, cowok yang pernyataan cintanya selalu dia tolak dari SMP, sebagai masa depannya nanti. Namun, ketika hidup Qia sudah berjalan sebagaimana keinginannya, Ervan justru kembali lagi. Dan fakta yang baru diketahui Qia tentang cowok itu membuat keputusannya untuk terus berjalan ke depan, seketika penuh dengan keraguan dan tanda tanya. Dalam kisah ini, sebenarnya siapa yang lebih terluka? Dia atau Ervan? "Di waktu-waktu yang akan datang, sebanyak apa pun selamat tinggal terucap dalam kisah ini, aku harap tetap kamu tempatku kembali." *Cerita ini diperuntukkan pada pembaca yang sudah berumur 19+

More details
WpActionLinkContent Guidelines