Vagabond Trash

Vagabond Trash

  • WpView
    Reads 2,164
  • WpVote
    Votes 266
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 1, 2025
Triple konjungsi Mars, bulan dan bintang Aldebaran menghiasi langit. Shaula sempat berharap bintang yang bersinar paling terang itu akan jatuh dan berubah menjadi sosok pria yang tampan. Kenyataannya yang jatuh atau tepatnya terdampar di tempat pembuangan sampah samping kontrakannya; seorang pria yang terluka parah dan jauh dari tampan. Shaula menolong pria itu. Pria muda yang bernama Aldebaran. Sebagaimana mitos tentang lintang kemukus sebagai pertanda malapetaka. Sejak Shaula bertemu Aldebaran, berbagai kejadian dan musibah mendatanginya bak hujan meteor. Yang terburuk Shaula menemukan mayat yang dibuang dekat dengan kontrakannya. Lalu, tak lama berselang Shaula telah menjadi target pelaku pembunuhan itu.
All Rights Reserved
#17
karospublisher
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KANDANG ALAS
  •   KEJORA (Ongoing)
  • Swimmer Rolls
  • GALAKSI | TAMAT
  • QUEENNO
  • DARA'S [END] ✔
  • Barbar Couple (COMPLETED)
  • GLANCE
  •  Alcha ~ Rajawali
  • Langit dan Adel

Bunyi botol yang tergantung dihembus angin membentur sebuah paku yang juga digantung dalam satu tali. Suasana semakin mencekam dibawah langit yang tak lagi menyisakan warna jingga. Pertigaan jalan yang terlihat banyak ditumbuhi rumput-rumput menjalar, menambah suasana semakin menakutkan baginya. Buah apel yang dia beli tadi masih tergeletak di kursi depan mobil sementara di sebelahnya ada sebuah boneka beruang berwarna putih. "Siapa itu!" perempuan itu mengernyitkan dahinya, mencoba menangkap sosok dalam penglihatan yang mulai samar oleh suasana malam. Cahaya sinar dari sumbu minyak itu berpendar menerangi bagian perut sosok itu, tampak baju lurik bergaris ke abu-abuan yang terlihat kumal, membalut tubuh yang terlihat tegap. Lampu Ting itu perlahan diangkatnya, terlihat jelas wajah lelaki itu, paruh baya yang memiliki tatapan tajam itu sempat membuat sang perempuan undur beberapa langkah ke belakang. "Apa yang kamu lakukan di sini hah!" tambahnya. Mata tajam itu seakan-akan menggambarkan kebengisan, yang semakin membuat perempuan itu ingin segera lari masuk ke dalam mobil. Belum juga niatnya terlaksana, tangan lelaki yang masih memegangi lampu itu melambai ke arahnya. Perempuan itu hanya mengikuti langkah-langkah lelaki yang baru di jumpai ini. Tampak di depan sebuah rumah kecil yang terang dengan memperlihatkan beberapa perkakas bengkel. "Masuklah, aku akan segera membawa peralatan untuk mengganti ban mobilmu." Lelaki itu meletakan lampu Ting, memutar piringan kecil yang menarik sumbu semakin tenggelam hingga api padam. Lalu dia masuk ke sebuah ruangan melalui pintu kecil yang tak jauh dari tempat sang perempuan itu duduk. "Kamu pasti haus, ini, minumlah." Disodorkan gelas beling itu kepada sang perempuan. "Terima kasih, saya harus memanggil apa." Di teguknya air di gelas tersebut. Pertanyaan itu tak dijawab. Tak lama lalu terdengar tubuh perempuan itu terjatuh dari bangku kayu yang didudukinya. Lelaki itu tersenyum...

More details
WpActionLinkContent Guidelines