- our promise  -

- our promise -

  • WpView
    Leituras 13
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jan 11, 2023
WpInfo
Não Ficção
"GAWAT GAWAT WOY GAWAT" "lu napa sih dateng dateng bikin rusuh" "bacot " "gawat? gawat kenawhay" "Iya, ini mah gawat banget" "iya maksudnya gawat kenapa anjing dari tadi, gue pites juga pala lu lama lama bikin darting aja" "geng sebelah ngajak tauran?" "ini lebih gawat dari tauran" "IYA GAWAT KENAPA SIALAN" "kamar mandi dimna woy, gue kebelet pengen boker" Cerita belum di revisi.. Kata kata kasar pasti ada, tapi jangan terlalu di anggap serius READER YANG GABUT INGIN JADI PENULIS TAPI LINGKUNGAN GAK MENDUKUNG... JADILAH PENULIS AMATIR😁😂 Hiatus bentar
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Memories in Moon
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Because I'm Stupid (End)
  • RAKAALENA
  • BULAN (END)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Something Bitter
  • TALETA ATARA TWINS
  • SETENGAH SADAR (TAMAT)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo