- our promise  -

- our promise -

  • WpView
    Leituras 7
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jan 11, 2023
"GAWAT GAWAT WOY GAWAT" "lu napa sih dateng dateng bikin rusuh" "bacot " "gawat? gawat kenawhay" "Iya, ini mah gawat banget" "iya maksudnya gawat kenapa anjing dari tadi, gue pites juga pala lu lama lama bikin darting aja" "geng sebelah ngajak tauran?" "ini lebih gawat dari tauran" "IYA GAWAT KENAPA SIALAN" "kamar mandi dimna woy, gue kebelet pengen boker" Cerita belum di revisi.. Kata kata kasar pasti ada, tapi jangan terlalu di anggap serius READER YANG GABUT INGIN JADI PENULIS TAPI LINGKUNGAN GAK MENDUKUNG... JADILAH PENULIS AMATIR😁😂 Hiatus bentar
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Secangkir Teh
  • Mentari Tanpa Sinar
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • RAKAALENA
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • BULAN (END)
  • SPOILEDBOY

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo