Story cover for Labirin Semesta by wahyy1805
Labirin Semesta
  • WpView
    LECTURES 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement déc. 28, 2022
Entah kebetulan atau memang ini yang ditakdirkan untuk ku , tapi kuakui aku merasa lucu dengan kehidupan ku sendiri. 


kata ibu hidup tanpa rasa sedih , sakit , lelah , bahagia , tertawa, dan menangis akan seperti air putih yang tanpa rasa, tapi aku lebih memilih air putih yang tanpa rasa itu daripada menambah perasa , karena itu akan menimbulkan penyakit yang luar biasa tiada sisa. 

Sulit tapi aku mencoba menunggu apa yang terjadi keesokan harinya, entah aku akan berakhir seperti yang lain atau berjuang bak seorang pemeran utama dalam cerita-cerita Kalayak umum.






Lucu sekali dunia ini~
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Labirin Semesta à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#13permainantakdir
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Work Life, Love Balance cover
Gedith Woman [REPUBLISH] cover
Half Of My Heart cover
Favorite Lecturer  cover
Labirin Gairah cover
Menuju Seperempat Abad cover
Misi Ganti Status cover
Call It A Day! cover
Touchpoints cover
ON THE BACK BURNER cover

Work Life, Love Balance

43 chapitres En cours d'écriture

Siena Zahra tidak pernah menyangka keputusan impulsif untuk menemani sahabatnya--Raline, melakukan kopdar Tinder dengan identitas palsu akan berubah menjadi mimpi buruk yang merembet sampai ke kantor. Waktu itu, demi keamanan karena itu pengalaman pertama Raline dalam dunia dating apps, mereka sepakat memakai nama dan pekerjaan palsu. Pertemuan berlangsung canggung-apalagi karena Dipta, cowok Tinder itu, ikut membawa temannya, pria dengan tatapan dingin dan observan bernama Naresta Dirgantara. Siena tahu pria itu mencurigainya, tapi dia berpura-pura santai. Mereka pulang dan menganggap semua itu hanya pengalaman lucu yang tidak perlu diingat lagi. Dua minggu kemudian, hidup Siena jungkir balik. Perusahaan mengumumkan atasan baru di divisi Siena. Masuklah pria yang sama. Pria dari kopdar itu. Naresta Dirgantara. Dan tatapan lelaki itu tepat seperti dugaan Siena--dingin, menilai, sinis, seolah berkata "Aku tahu kamu penipu." Sejak hari pertama, Siena menjadi target perhatian Naresta dan bukan yang menyenangkan. Setiap laporan, rapat, hingga keputusan kecil pun selalu dipertanyakan. Seakan Naresta sengaja menjadikan masa lalu singkat itu sebagai alasan untuk meruntuhkan profesionalitas Siena.