CLBK
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 31, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Fenti benar-benar tak menyangka kehidupannya yang tengah terseok-seok karena baru kehilangan suami harus dihadapkan dengan kehadiran cinta pertamanya. Kejadian tak terduga itu membuat hari-hari Fenti yang semula kelabu menjadi berwarna. "Fen, maukah kamu kembali bersamaku? Aku janji bakal membahagiakanmu dan menjadi ayah yang baik untuk Alfin." Nanda mengutarakan niat yang penuh bujuk rayu padahal statusnya bukan seorang bujangan. Sementara itu, Fenti tampak berpikir keras. Dia menimbang segala aspek. Jika Fenti salah mengambil keputusan, hidupnya bisa berada di ambang kehancuran. Kira-kira kehidupan apa yang akan Fenti jalani nantinya? Baca terus kelanjutan ceritanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 90 Hari Selingkuh
  • YANG TERINDAH
  • WISHES.
  • Lost Love In Bloom Again
  • PACARNYA LOU
  • Through with U | Bluesy ✓
  • MEMORIA (COMPLETE)
  • Istri Pengganti Jadi Kesayangan (TAMAT)
  • MR.MINISTER, ANYEONG!
  • One Heart (Very Slow Update)

"Aku lelah menjadi orang lain hanya agar dunia merasa aku cukup beruntung. Aku bahkan lupa, bagian mana dari diriku yang benar-benar milikku." - Karenina Sembilan puluh hari menuju pernikahannya, Karenina menyadari satu hal yang mengerikan: ia tidak sedang bersiap menjadi seorang istri, ia sedang dipoles untuk menjadi aset. Aidan-pria yang oleh dunia dianggap sebagai definisi kesempurnaan dan pewaris otoritas dinasti-telah membangun sebuah sangkar emas yang begitu megah hingga Karenina lupa bagaimana cara mengepakkan sayapnya sendiri. "Kamu itu hanya perlu tetap indah dan tenang. Biarkan aku yang merancang seluruh peta hidup kita." - Aidan Lalu muncul Bintang. Seorang petualang yang mencintai perjalanan melebihi tujuannya. Ia adalah antitesis dari segala kekakuan yang mengepung Karenina. Baginya, Bintang adalah personifikasi dari kebebasan yang hilang. Ia bahkan berani untuk sekadar mengecap rasa sepotong ayam goreng pinggir jalan tanpa rasa bersalah. Bersama Bintang, Karenina merasa menemukan celah pintu yang terbuka. Namun, kebebasan itu tidak pernah datang dengan cuma-cuma. Bintang memang meminjamkan sayap, tapi pria itu tidak datang sendirian. Ia membawa beban di punggungnya. "Aku tidak punya apa-apa, Nin. Selain jalanan panjang dan sebuah kebebasan. Tapi setidaknya, bersamaku, kamu tidak perlu mengenakan topeng siapa pun." - Bintang Perselingkuhan ini bukan tentang ranjang. Ini adalah sebuah pemberontakan hati yang sedang sekarat-perjalanan panjang untuk mengeja ulang makna cinta dan menemukan kedamaian yang jujur. Karena pada akhirnya, tak ada hati yang benar-benar bersalah, sebagaimana tak ada hati yang sepenuhnya suci. Setiap hati punya luka, tapi setiap hati juga punya penawarnya sendiri. Dan Karenina... ia menemukan arti itu dalam langkahnya; bermula dari dinginnya dinding kemewahan Jakarta, hingga ke heningnya lembah Bhutan, kemegahan Himalaya, dan sakralnya cahaya purnama di Taj Mahal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines