We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Relate (On going)

Relate (On going)

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 29, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Chia Samulky seorang gadis cantik, yang menduduki bangku SMA kelas 3. Chia memiliki seorang kaka lelaki yaitu Chio Samulky. Ia memiliki kedua orang tua yang lengkap. Chia bisa bilang kalau ia memiliki orang tua yang jahat seperti di cerita-cerita fiksi yang selalu ia baca, namun chia juga bisa bilang bahwa orang tua chia merupakan orang tua yang sangat baik namun sering membuat chia terluka. Entahlah chia sendiri pun tidak tahu dengan sikap kedua orang tuanya itu. RANK #21 tagar #70 tau #41 tagar #35 mau #33 mau #12 engga #27 tagar #60 apa #12 mau
All Rights Reserved
#8
hehehe
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Here I'm (E.N.D)
  • ENGGAR (COMPLETED)✔
  • ARESKA DAN ALENTA (End)
  • SMK (Sekolah Menengah Kasmaran)
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • DAKSA [END]
  • DANGEREUX
  • ARKANA (Perjodohan)

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines