Kekaisaran Hyperion

Kekaisaran Hyperion

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 10, 2023
Sang permaisuri meng teleportkan anak nya yaitu "Pangeran alan" ke dimensi lain agar sang pangeran bisa selamat
All Rights Reserved
#287
kekaisaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •   My Switched Daughter END
  • New life, New problems [END]
  • GALEN PRADIPTA
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • A Family of Villains
  • Sin of The Villainess
  • Just let me live, Duke!
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Duke'S Red String
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK

Elia, gadis kecil berusia tujuh tahun, sudah dipaksa mengamen oleh ibunya sejak usia empat tahun. Hidupnya hanya dipenuhi bentakan, rasa lapar, dan malam-malam tanpa pelukan. Ia tak tahu rasanya disayang-dan perlahan, ia berhenti berharap. Sampai suatu malam, Elia tertidur dalam tangis dan terbangun di dunia novel yang pernah ia lihat di lapak buku bekas. Ia berada dalam tubuh seorang anak kecil berusia empat tahun-putri kandung dari keluarga kaya, yang ditukar oleh pembantunya sejak bayi. Akibatnya, si anak kandung justru tumbuh dalam perlakuan kejam, dikucilkan, dan dijadikan pelayan di rumah sendiri, karena keluarga aslinya tidak tahu kebenarannya. Kisah dalam novel itu berawal dari kematian sang ibu saat melahirkan, tanpa pernah tahu bahwa bayinya telah ditukar. Sementara anak kandung si pembantu, yang dibesarkan sebagai anak majikan, justru hidup penuh kasih sayang dan tumbuh menjadi anak sombong yang suka merendahkan anak pelayan-yang sebenarnya adalah darah daging keluarga itu sendiri. Di sinilah Elia berperan sebagai bayi yang tertukar-yang kini menjadi "pelayan kecil" di rumah orang tua kandungnya. Jalan takdir yang tertulis dalam novel tetap berjalan: sejak usia empat tahun, Elia (dalam tubuh baru) menerima perlakuan kasar dari perempuan yang mengaku sebagai ibunya. Baginya, asalkan bisa makan, itu sudah cukup. Ia menerima takdir barunya dengan pasrah. Kasih sayang? Ia tak berani menginginkannya lagi. Ia takut, kalau berharap... akhirnya hanya akan kecewa. Namun tanpa disadari, keluguannya, kepolosannya, tingkah lucunya, dan suara cadelnya-perlahan mulai mencuri perhatian ayah kandung dan ketiga abang yang tak pernah tahu... siapa dia sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines