1001 Beach Date [ ON GOING ]

1001 Beach Date [ ON GOING ]

  • WpView
    Reads 269
  • WpVote
    Votes 130
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 20, 2023
" Setiap bola basket yang aku masukkan kedalam ring sebagai tanda bahwa aku bahagia bertemu dengan mu. " Perkataan Naka begitu lantang terucap. " Bagaimana jika bola itu sudah tidak masuk kedalam ring nya? Apa kamu akan tetap bahagia dan mencintai ku? " Entah kisah segi berapa yang mereka jalani, Naka yang pertama kali merasakan kasmaran harus merasakan kecewa yang mendalam. " Reyna, apa gue bisa dapetin Dara? " " Kenapa Ka? Kenapa lo masih memandang gue sebelah mata, dan kenapa Dara masih ada di lubuk hati lo? " Batin Reyna dalam hati. Tanaka Arez Zenendra, lelaki yang dianggap sebagai robot oleh seluruh anggota keluarganya, bahkan ia sempat trending diberita karena dituduh melakukan pembunuhan terhadap adik bunda nya. " Jangan jatuhkan aku terlalu dalam kedalam lubang yang kita buat sendiri. " " Jika suatu saat aku kalah dengan dunia ku, berbahagialah aku akan terus melihatmu dari kejauhan. " Perkataan Naka membuat Dara menganga tak percaya, apa yang selama ini ia sembunyikan? Apakah aku sudah cukup mengenal Naka? Hanya Naka dan Tuhan yang tahu. Aku hanya percaya bahwa langit tak selama nya berwarna abu abu.
All Rights Reserved
#332
laut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Qiyamah Senja-completed
  • KEPERGIAN SENJA
  • KITA DAN SEMESTA
  • HUJAN WAKTU ITU
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • DIKANESHA
  • ARGA [REVISI]
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • LUKA

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines