Apa Kabar Duniaku?

Apa Kabar Duniaku?

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 10, 2024
"Tidak ada manusia yang selalu baik-baik saja. Begitupun duniaku. Dunia yang berwarni-warni meski dominan dengan warna kelabu. Wahai hati yang rapuh, tetaplah kuat. Kita bisa, walaupun kadang kita bisa benar-benar menjadi orang gila." - 30 Desember 2022 "Aku belajar menyederhanakan kata dunia, agar ketika aku menjalani dan menjejaki setiap inci bagiannya, langkahku tidak menjadi berat. Aku belajar menikmati dan menerima takdir yang tidak bisa kurubah demi kelapangan hati. Dunia, kabarku baik, walaupun tidak setiap hari. Terima kasih untuk setiap cerita yang menyadarkanku bahwa tidak menjadi sempurna tidak apa-apa." - 10 Februari 2024
All Rights Reserved
#646
diri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebuah Mimpi, Kotor, dan Cinta yang Diembannya
  • Ily, Dokter • ✓
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  •  L.T.D(LATEST THE DISSILUSION)
  • PERJUANGAN CINTA
  • save me
  • To Nights {END} REVISI
  • Kekuatan dari Sebuah Kepercayaan
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]

Rayakan Takdir Tuhan adalah sebuah judul dari kesuluruhan karya-karyaku. Perihal tulis-menulis, pada dasarnya aku tak terlalu mahir untuk mendalaminya. "Rayakan Takdir Tuhan" merupakan perwujudan dari merayakan takdir Tuhan. Bukan hanya merayakan diri sendiri, namun merayakan ingatan akan tempat-tempat yang pernah ter-cap-kan jejak kakiku, beserta orang-orang di dalamnya. Dari aku sendiri, caraku merayakan takdir Tuhan ialah dengan cara menulis, memvisualkan sebuah cerita-yang di mana setiap cerita merupakan sebuah takdir saling berkesinambungan dan membentuk sebab akibat, baik buruk hasilnya pasti akan memberi suatu hikmah, dan mengkoleksi barang atau jepretan dari kamera untuk kembali mengingatkan akan takdir-takdir yang telah terlewatkan. Dapat dikemas dalam bentuk narasi, lukisan, gambar di sketsa buku (sebelas dua belas dengan journaling), maupun karya seni sastra dan rupa lainnya. Maka dari itu terbentuklah sebuah judul inti dari semua karya-karyaku, yaitu "Rayakan Takdir Tuhan" Tercipta di beberapa bulan menuju tahun 2023, aku telah menjadikan "Rayakan Takdir Tuhan" sebagai pengingat sekaligus menjadikannya sebagai tempat berpulang saat aku sudah mulai hanyut di dunia. Di setiap bagian menulis atau pembuatan karya, aku selalu menelaah kejadian yang ingin ku ceritakan. Dengan ini, aku dapat menjadikannya sebagai bahan perbaikan diriku kedepannya sekaligus memvalidasi perasaanku saat aku menulis. Ibarat sebuah cerita yang mempunyai klimaks, "Rayakan Takdir Tuhan" juga mempunyai puncaknya untuk menampakkan diri, yaitu pada penghujung tahun menuju tahun baru. Isinya berupa cerita-cerita yang ku rayakan. Yang gelap maupun terang. Sebagai pembeda, "Rayakan Takdir Tuhan 2023; Sebuah Mimpi, Kotor, dan Cinta yang Diembannya" akan menyajikan cerita dan visual yang lebih kompleks daripada "Rayakan Takdir Tuhan, 2022."

More details
WpActionLinkContent Guidelines