Lumière de Organization

Lumière de Organization

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2024
"Aku tahu sekarang siapa yang telah membunuh ibuku,"gumamku pelan saat melihat kilas balik dari gerbang dimensi."Aku akan pilih balas dendam!"seruku pada makhluk misterius yang sedang menunggu jawabanku dengan tidak sabar. "Haaah... akhirnya kau jawab juga manusia. aku sudah lelah menunggu. Baiklah.. jika itu pilihanmu. aku tahu tempat yang cocok untukmu."jawabnya dengan seringaian. "Apa? Jangan menentukan jalanku!"balasku kesal. "Tunggu!! Dengarkan sebentar. Masuklah ke dalam sebuah organisasi penentang pemerintahan dunia. Kamu akan menemukan tujuan awalmu disana. Lalu...selamat bersenang-senang."ucapnya lalu pergi dengan meninggalkan kelopak bunga sakura yang beterbangan. "Heeeh! Tunggu aku pemerintahan dunia, aku akan menghancurkan kalian!!"seringaiku. Karya ini hanya fiksi tidak ada singgungan ke hal nyata. Di dunia fiksi apapun bisa terjadi. Selamat membaca bagi yang membaca...
All Rights Reserved
#755
organisasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAREAPADA [Revision]
  • Nightmare - Escape the ERA Next Stories (DreamCatcher)
  • ALEXANDER (COMPLETED)
  • [ENHYPEN]: ECLIPSE ; Find The True Soul
  • ADARA DAN KEHIDUPANNYA
  • MIRROR | Jay ✓
  • LEADER MAFIA GIRL [END]

Mareapada The Secret of The Universe. Ketika semuanya telah hancur dan terlambat. Hanya keluarganya yang bertahan, dan terlambat menyelamatkan perempuannya. "Aku saja yang dihukum, mengapa harus dia juga?" Mereka melindungi sekaligus menghancurkan. Memang seharusnya karma menyertai keduanya. Kembali kepelukan. Namun, dunia yang berbeda untuknya membuat Arte Daimon memanfaatkan anak sulung pengusaha terbesar yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun dan terus beregenerasi, yang diketahui manusia. Mungkin, ini keserakahan yang dapat dimaklumi. "Apapun untuk kebahagiannya, waktunya terlalu singkat untuk hidup. Kalau dia mampu menembak jantungku, aku ingin mati secepatnya, bersamanya, berulang kali." Asgar mengulangi lagi ucapannya, "kak, apa yang mami lakukan sampai kita dapat hukuman? Apa yang kamu lakukan dengan semua pecahan kaca ini?." Achilles hanya menggeleng dan menjawab. "Asgar, hiduplah seperti yang kamu mau saja, jangan pedulikan aku. Berbahagialah!" Laki-laki bersaudara itu hanya saling menguatkan, dan bertindak semaunya demi keinginannya tercapai. "Demi Arte, 'kan?" 2025©AISA

More details
WpActionLinkContent Guidelines