Lumière de Organization

Lumière de Organization

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2024
"Aku tahu sekarang siapa yang telah membunuh ibuku,"gumamku pelan saat melihat kilas balik dari gerbang dimensi."Aku akan pilih balas dendam!"seruku pada makhluk misterius yang sedang menunggu jawabanku dengan tidak sabar. "Haaah... akhirnya kau jawab juga manusia. aku sudah lelah menunggu. Baiklah.. jika itu pilihanmu. aku tahu tempat yang cocok untukmu."jawabnya dengan seringaian. "Apa? Jangan menentukan jalanku!"balasku kesal. "Tunggu!! Dengarkan sebentar. Masuklah ke dalam sebuah organisasi penentang pemerintahan dunia. Kamu akan menemukan tujuan awalmu disana. Lalu...selamat bersenang-senang."ucapnya lalu pergi dengan meninggalkan kelopak bunga sakura yang beterbangan. "Heeeh! Tunggu aku pemerintahan dunia, aku akan menghancurkan kalian!!"seringaiku. Karya ini hanya fiksi tidak ada singgungan ke hal nyata. Di dunia fiksi apapun bisa terjadi. Selamat membaca bagi yang membaca...
All Rights Reserved
#820
element
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • MAREAPADA [Revision]
  • The Activis Become Shinobi (Naruto x Harem!Reader)
  • Archibald: The Star, The Fire & The Shadow
  • UNIT KILLER SAVAGE (END)
  • DAKSA [END]
  • Wasted Princess [On Going]
  • " SATRIA "
  • [ENHYPEN]: ECLIPSE ; Find The True Soul
  • Nightmare - Escape the ERA Next Stories (DreamCatcher)

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines