Seize Your Happiness

Seize Your Happiness

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 28, 2023
Almira Revalina - gadis cantik yang memiliki keluarga sempurna. Kehidupannya berjalan mulus dan bahagia layaknya manusia biasa, hingga suatu hari ia menemukan surat bahwa kakak lelakinya telah membunuh seorang gadis yang ia sendiri tidak tahu siapa. Namun, Almira berusaha untuk tetap berpikiran positif, mungkin saja itu adalah pesan siaran dari orang jahil. Hari demi hari berlalu, berbagai teror terus saja menghantui gadis itu sehingga ia memutuskan untuk menceritakan pada sahabatnya - Kanaya Amarissa. Mengapa ia tidak bertanya saja pada kakaknya, yang mungkin akan mengetahui semua faktanya? Mengapa harus menceritakan pada Kanaya? Jawabannya adalah karena Daffa - kakak Almira pernah mengidap penyakit Amnesia, sehingga lelaki itu tidak bisa mengingat apa yang terjadi sebelum kecelakaan menghantam tubuhnya. Satu-satunya opsi untuk menemukan faktanya adalah ia harus menceritakan pada Kanaya karena gadis itu ahli dalam memecahkan suatu masalah. Dengan berbagai upaya dan barang bukti teror, akhirnya ia menemukan seseorang dibalik semua kasus ini. Lalu siapakah orangnya? dan kebenaran apa yang selama ini belum Almira ketahui? - HAPPY READING -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • Amanah Cinta Seorang Gus [ END ]
  • Sister or More
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • DAVID DAN ALMIRA
  • Saksi Diam
  • Kematian Hati
  • ANALISA
  • Cinta Dalam Istikharah [SEGERA TERBIT]
  • Detik Depresi ( TAMAT )

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines