"Iya aku suka kok,"
"Suka apa?" pancing Elodie sembari menaikan satu alisnya. Ellard tersenyum lebar menanggapinya.
"Kamu."
DEGG...
"Hahaha.... Langsung merah tuh muka," goda Ellard sembari tertawa terbahak-bahak. Elodie yang malu segera menyembunyikan mukanya dibalik kedua kakinya karena tangannya kotor sebab sedang makan.
"Huss, diem!"
***
"Cantik,"
"Bilang apa tadi? Aku gak denger,"
"Cantik,"
"Apa? Apa? Duhh... Aku belum denger deh,"
"Cantik,"
"Siapa yang cantik?"
"Pacar aku,"
"Namanya?" tanya Elodie masih berniat menggoda Ellard. Ellard tersenyum, "Elizabeth Elodie Chelsea. Satu-satunya pemilik hati Kelvin Ellard Victor Xavier," ujarnya. Hal itu berhasil membuat Elodie membeku, ia tak menyangka jika Ellard benar-benar mengakuinya pacar di hadapan para teman-temannya.
***
"You are my love, my girl, my home, my color, my sunshine, my everything. I will love you forever and ever, Elizabeth Elodie Chelsea,"
"Me too. For me, you are my good boy, my rainbow, my rain, my airplane, my music, my everything. I'm promise to love you too, forever and ever, Kelvin Ellard Victor Xavier."
***
Elodie itu segalanya bagi Ellard dan Ellard pun segalanya bagi Elodie. Keduanya tak bisa dipisahkan bagaikan dua mata koin yang saling menempel. Keduanya saling melengkapi menjadikan satu sama lain menjadi sempurna.
Setiap permasalahan mereka lewati dengan penuh kepercayaan satu sama lain, penuh ketulusan hati, dan tentunya kesetiaan dan kejujuran satu sama lain. Tak peduli orang lain berkata apa, mereka berdua tetaplah sepasang kekasih yang akan tetap maju dan mendukung satu sama lain menjadikan sebuah cerita yang penuh kebahagiaan.
***
PERINGATAN!!! Bagi yang jomblo harap sabar. Cerita ini mempunyai unsur yang membuat jiwa jomblo kalian akan meronta-ronta!
⚠️Plagiat? Harus berani bertanggung jawab, karena cerita ini sudah dilindungi oleh undang-undang.
⚠️Yang jomblo harus sabar! Jodoh gak akan kemana. *Yang mau sama Aa Liam bowleh
⚠️Wajib f
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :(
Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu.
Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit.
"Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu"
Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal.
"Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"