Rumah Kesepian

Rumah Kesepian

  • WpView
    LECTURAS 74
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, mar 6, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
Anak terlahir dengan membawa takdirnya, orang tua mungkin bisa memilih hendak memiliki anak laki-laki atau perempuan. Namun tak ada seorangpun anak yang dapat memilih orang tuanya. Anak tidak berhutang pada orangtua begitupula sebaliknya. Namun, meninggalkan kewajiban berbakti kepada kedua orangtua dimasa senjanya bukankah itu sebuah keharusan? Mungkin, orang tua mampu membesarkan 10 anaknya tapi bukankah seharusnya anak juga mampu merawat orangtua dimasa senja mereka? "Tak semua anak seberuntung itu" Ujar Jenitri dari balik masker hitamnya.
Todos los derechos reservados
#833
pernikahan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Senja untuk Genta
  • Benalu [Terbit]
  • Destiny✓
  • ANDARA (Sudah Terbit by LOVRINZ)
  • Inchoate✓
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • 6 Brothers One Dream (Season 1)
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • Dendam Cinta Sehati
  • Terjebak Pesona Kakak Tiri

Senja Maharani. Mahasiwi jurusan Ilmu Komunikasi, berusia 20 tahun. Seorang anak tunggal yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Memyambung hidup dengan bekerja part time di dua tempat membuat IPKnya turun. Penurunan IPK membuat beasiswanya terancam. Mau tak mau ia harus mencari donatur yang bisa membuatnya tetap melanjutkan kuliah. Dekan di Fakultasnya menawarkan seseorang yang bisa menjadi donaturnya. Mau tak mau Senja pun menyanggupi. Yang jadi masalah, syaratnya adalah ia harus menikah dengan keponakan sang dekan yang rupanya penyandang disabilitas... ~Senja Maharani~ Sabar, Nja... yang penting sampe wisuda aman... selesai kukiah bisa dinego kalau mau pisah... yang penting gak bayar kosan sama gak makan mie instan... Lagian tuh om-om juga buta... mana tahu kan dia gue ngapain aja... ~Genta Wira Atmaja~ Saya memang buta. Tapi saya tidak bodoh. Jangan kamu pikir saya akan melepaskan kamu setelah kuliah kamu beres. lalu satu hal lagi, berhenti panggil saya, 'om'! Usia kita cuma beda 13 tahun.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido