Gaesya

Gaesya

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 16, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Gas, Lo?" Esya berkata dengan muka shock nya. "Maaf ca, gue mohon gue minta maaf," dengan muka piasnya Bagas memohon sembari menggenggam tangan Esya. "Ga, mulai sekarang kita selesai!" Esya melepas tangannya dengan paksa lalu pergi meninggalkan Bagas yang mulai mengeluarkan air mata. 'Gue ga nyangka Lo sejahat ini.' - - - -Penasaran ga? Santay dulu ga siee. Btw panggil aja aku 'Sya' yaaa c u dear❤️‍🔥
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Misi Kalisa (End)
  • about us and him ✔️
  • ALVANSA [Completed]
  • "MY BOY MY ENEMY" (ON GOING)
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • troublemaker VS ketos! ✔

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines