eternity for love [terbit]

eternity for love [terbit]

  • WpView
    LECTURAS 113,975
  • WpVote
    Votos 2,577
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 12, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Jadian sama crush sendiri? Siapa yang gak mau! itu sudah pasti menjadi impian setiap orang- orang. Sama seperti Aliesha yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat dirinya bertemu dengan sosok yang mendabakan hatinya, wajahnya tak bosan menatap pesona indah sang pujaan hati. Apalagi sosok yang ia sukai sangat multitalenta! Bermain basket bisa, mendapat julukan raja matemtika, pandai melukis, mendapatkan hatinya pun bisa! Dan entah mengapa takdir manis terus berdatangan membuat Aliesha bisa berdekatan dengan seseorang yang dia klaim sebagai tipe-nya, dia Azriel. Berakhir seperti lollipop yang tak pernah hilang manisnya, Aliesha akhirnya bisa menjalin hubungan kekasih dengan Azriel. Namun seperti pepatah yang mengtakan jika mempertahankan tak semudah mendapatkan, dalam menjalin hubungan pasti ada saja ombak yang ingin merusak ketahanan pasir pantai yang telah di ukir indah itu, jadi bisakah Azriel serta Aliesha bertahan dari beberapa orang yang ingin menghancurkan hubungan mereka?
Todos los derechos reservados
#343
romansasma
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Little Monster - Completed
  • Antara Bulan dan Bintang
  • ALEXON [END]
  • Yes, That's Love
  • ALGAREV & [si cegil]
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Can I Call You Mine?
  • 2 INSAN [TAMAT]
  • BETWEEN US

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido