CARPE DIEM. (On Going)

CARPE DIEM. (On Going)

  • WpView
    Leituras 309
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, dez 31, 2022
Apo hanya ingin hidup bahagia dan saling mencintai pasangannya. Tapi mengapa semesta seperti tidak pernah berpihak kepadanya? Ketika ia mulai lelah dan berhenti berharap, perasaan cinta itu kembali datang. Bukan untuk dimiliki, tapi untuk kembali memberikan luka dimana rasanya sudah tidak bisa merasa sakit lagi. Kali ini ia memilih untuk pasrah dan membiarkan semesta mempermainkan hidupnya. Ia lelah untuk selalu berusaha keluar dari perasaaan sakit dan kecewa sehingga ia hanya akan menikmati setiap hari yang terlewat dan menganggap beban dalam dadanya tidak pernah ada. Disclaimer: - This obviously gonna be a Boys Love story. - Genre: Drama, Hurt/Comfort, Mature. - Contain mature contents including harsh words and sex activities. Please be wise. - Gonna be written in Indonesian and broken Engresss and typos, maybe. - This purely just a fiction. Have no relation with the real character. VUELLICHOR just borrow their visual and name. And i love ALL OF THEM. - Additional warnings will follow. PS: Jika ada kesamaan alur, latar dan tempat sama sekali bukan hal yang disengaja. Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri. Jika ada kritik dan saran bisa disampaikan melalui DM. Terima kasih :) PSS: This might have a super common plot. Dont expect too much but i hope you guys can enjoy the story. Xoxo.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • TIME will TELL {On Going}
  • Enigma {MileApo}
  • END OF THE ROAD
  • NEXT (Vegas-Pete) - Fanfic
  • 𝐓𝐇𝐈𝐒 𝐇𝐔𝐑𝐓❜𝐒 || 𝐌𝐈𝐋𝐄𝐀𝐏𝐎 [𝐄𝐍𝐃]
  • My two husbands END [✓]
  • KinnVegas [Love Cousin]
  • drunk man 🔞 [pondphuwin] [END]✓
  • Possessive

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo