Setelah Menikah

Setelah Menikah

  • WpView
    Reads 375,352
  • WpVote
    Votes 20,786
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Fri, Nov 21, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kayana Adhigana. Rajata Arya Danadipa, berani sumpah demi apapun kalau pria itu sungguh sangat membenci pemilik nama itu. Perempuan yang tidak pernah ia kenal sebelumnya, tau-tau masuk ke dalam kehidupannya dan secara ajaib menjadi istrinya sekaligus menghancurkan semua mimpi-mimpi besarnya. Ayahnya berkata, bahwa orang-orang seperti mereka ini tidak perlu membesar-besarkan persoalan cinta dalam sebuah pernikahan. Aryadana Ararya juga berpesan kalau cinta itu soal gampang! Cinta bisa datang dengan mudah karena terbiasa. Cukup menikah saja, maka semuanya akan beres. Tapi apa kenyataannya? Setelah menikah dengan Kayana, kebencian pria itu terhadap istrinya kian menggunung. Kian tak terbendung dan tidak bisa disembunyikan bagaikan batuk yang menyerang tenggorokannya, yang tak dapat ia tahan untuk tidak ia muntahkan. Dadanya bergemuruh tiap kali melihat Kayana. Darahnya mendidih setiap kali menjumpai bibir wanita itu mengulas senyuman. Bahkan untuk segaris senyum saja, Raja memerlukan waktu seharian untuk memperbaiki suasana hatinya. Belum lagi ketika ia mendengar Kayana berbicara. Raja tidak akan berhenti memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri, karena ingin menghilangkan suara memuakkan penuh kepalsuan itu dari kepalanya. Sedalam itu kebenciannya terhadap Kayana. Jadi, bagaimana dia bisa jatuh cinta kalau melihat Kayana saja rasanya dia tidak sudi? Akan tetapi seolah belum cukup dengan membuat Raja membenci. Perempuan tidak tahu diri itu, dengan tidak tahu malu meminta sesuatu yang tidak akan pernah bisa Raja berikan. "Saya mohon, Mas. Saya mau punya anak. Mas bisa membantu saya, kan?" Raja geleng-geleng kepala sambil berdecih jijik. Bukankah wanita ini sudah gila? Tunggu. Apakah ada kosakata yang lebih gila daripada kata gila itu sendiri? Sinting! Ya! Wanita ini benar-benar luar biasa sinting! Tapi mengapa Raja tidak suka setelah melihat Kayana hidup baik-baik saja tanpa dirinya? Apakah dia yang mulai sinting? ♡♡♡♡♡♡ Dimulai, 25 April, 202
All Rights Reserved
#8
mrslov
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Janji Seribu Bulan ✓
  • SINCERELY YOURS
  • Om, Ayo Nikah!
  • Timpang Tindih
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Fix You (Sudah Tamat)
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Xless Marriage

Kalinda yang akan dinikahkan dengan kerajaan musuh tiba-tiba dibunuh dan saat dia membuka mata kembali, jiwanya berada di masa depan dalam tubuh seorang gadis kecil berusia 11 tahun yang baru saja dijual. Kini dia harus mencari alasan kenapa jiwanya bisa berpindah, sebelum waktu yang diberikan habis dan dia akan menghilang selamanya. *** Kalinda Ardiningrum, putri bangsawan di Kerajaan Mataram Kuno harus menjalankan pernikahan aliansi dengan seorang Pangeran dari Kerajaan Sriwijaya. Sayang bagi Kalinda, karena konspirasi perebutan takhta, dia harus menjadi salah satu korban. Dibunuh oleh temannya sendiri, berpisah dengan orang tua dan saudaranya, juga calon suami yang tidak sempat dia temui. Terlalu banyak keluhan di dalam dirinya, hingga akhirnya menjadi dendam. Hanya saja kenapa ketika matanya kembali terbuka, dunia yang dilihatnya tidak lagi sama? Sekarang dia adalah Kalinda Ariadne. Seorang gadis kecil berusia 11 tahun yang dijual keluarganya kepada keluarga kaya, tetapi lelaki yang membelinya mengatakan jika Kalinda adalah calon istrinya. Calon istri seorang Sagara Rayadinata yang sempurna, tetapi juga dikenal sebagai sosok yang tidak memiliki hati, kaku, dan kadang bisa bersikap kejam. Anehnya pada gadis kecil itu, kenapa Gara memiliki banyak kesabaran? *** #Romance-Historical Fiction Dilarang untuk MENGCOPY/MENGAMBIL SEBAGIAN atau SELURUH isi cerita ini. Copyright©2018 (27 Mei 2018) SKIA LINGGA

More details
WpActionLinkContent Guidelines