Me
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 21, 2023
Reinkarnasi atau migrasi? Entahlah. Me tidak tau. Entah berapa lama dirinya koma. Entah berapa lama waktunya dilalui dengan tidur saja. Ia membuang waktu nya sia-sia begitu saja. Tak ada guna. Tubuhnya seonggok tulang berlapis kulit. Orang tua yang mengintimidasi. Teman nya membully. Tetangga? Bahkan hewan peliharaannya sekalipun tak mengenalinya. Baginya rumah yang saat ini ia tinggali adalah sebuah bangunan tempatnya singgah. Tak ada kehangatan atau rasa nyaman. Ia hampir menyerah. Namun kedua orang yang berharga baginya adalah alasannya untuk tetap hidup. Ketika bangun dari koma nya. Ia merasa banyak cahaya lampu yang meneranginya. Suara tangis mengiringi nya. Entah tangisan bahagia atau duka? Apa ia sudah meninggal dunia pikirnnya. Tapi entah kenapa setelah nya ia malah menangis sekuat-kuatnya. Dan kenapa suaranya berbeda. Ia tidak dapat melihat jelas apapun semuanya buram. Ia tidak bisa bicara. Hanya bisa menangis? "Ini kenapa si" pikirnya. Tak berapa lama ia mendengar suara adzan. Loh kok. Aku tidak paham. Ternyata ia terbangun dari koma nya. Bukan. Lebih tepatnya ia bangun dan berpindah tubuh. Ke tubuh anak bayi pula? Apa ini kehidupan keduanya? Sudahlah. Semoga kehidupan kali ini lebih baik dari yang sebelumnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • in ROOM
  • Eliinaa
  • ALZEA (TERBIT)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Masuk Kedalam Komik BL [END]
  • ASRAR [TERBIT]
in ROOM

Apa yang kau lakukan jika setiap harinya kau terbangun di ruangan yang tidak kau kenal di dalam sebuah fasilitas layaknya seorang pasien-tahanan? Apa yang kau lakukan jika ada rentang memori yang hilang dalam benakmu? Apa yang kau lakukan jika kegiatanmu dalam delapan jam kedepan akan kau lupakan meski kau tak berniat untuk itu? Dan apa yang kau lakukan jika petunjuk yang kau punya hanya tiga kalimat yang terus berdengung dalam kepalamu, 'Ada sesuatu ditubuhmu.' 'Kau lihat, jangka waktu memorinya hanya sekitar tujuh jam.' 'Terlalu berbahaya membedah otaknya.' Aku mengalaminya... Entah berapa tahun aku seperti ini, dan aku bahkan tak pernah melihat wajahku lagi sama sekali. Tidak ada cermin, tidak ada petunjuk waktu yang jelas, dan tidak ada istriku disini. Dan itu terjadi hari demi hari. Hingga suatu hari, kesempatan untuk 'cari tahu' itu datang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines