JINGGA
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 1, 2023
Bismillahirrahmanirrahim, yang suka fiksi remaja harap merapat hehe! Kisah ini menceritakan kehidupan seorang gadis tomboy Laksana Jingga, itu namanya. Kelas sepuluh SMA dan satu-satunya yang mengenakan kerudung di kelasnya, namun kelakuannya tidak seanggun kerudung yang dipakainya. Terbiasa ikut lomba membuat Jingga terkenal, namun tak banyak yang mau berteman dengannya karena segan. Dia penyuka makanan gratis, apalagi es krim gratis. Suatu hari dia menemukan sosok laki-laki yang tergeletak mengenaskan diteras rumahnya saat dia akan berangkat sekolah, Raffazka Anumerta namanya. Dia kelas sebelas SMA di sekolah yang sama dengan Jingga. Namun, karena kurang update, dia tak tahu bahwa Raffa adalah kakak kelasnya. Karena insiden itu mereka yang tak mengenal satu sama lain, akhirnya tahu masing-masing rahasia yang mereka pendam tanpa sengaja. "Hidup itu bagaikan jarum jam, ngga bakal berputar ke kiri.. Yang artinya masa lalu bakal jadi kenangan dan masa depan adalah kenyataan," ujar Raffa. "Walaupun begitu, kenangan ngga bisa dilupakan, seburuk apapun itu. Kita bisa melihat kenangan untuk belajar namun kita ngga bisa terus bersama kenangan," balas Jingga. Semakin dewasa pikiran orang, semakin berubah planning hidupnya atau malah semakin memantapkan tujuannya. ⚠️JANGAN LUPA MASUKKIN KE DAFTAR BACAAN YA! VOTE DAN KOMEN KALIAN SANGAT I BUTUHKAN JANGAN SUNGKAN UNTUK ITU! HAPPY READING:)
All Rights Reserved
#105
library
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  •  ANATHA
  • GRIZLEN {On Going}
  • JAM 3 SORE
  • Kenapa Harus Dia?
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Jodohku
  • About a Diandra Story
  • RAISA

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines