Skenario Tuhan

Skenario Tuhan

  • WpView
    Reads 945,314
  • WpVote
    Votes 38,986
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2026
"Dasar wanita penggoda. Lo pasti jebak gue kan semalem buat tidur sama lo. Trus nanti sebulan lagi lo dateng ke gue lagi sambil nangis-nangis minta pertanggung jawaban karena udah hamil anak gue. Drama basi, wanita murahan." -Dimas agung wiratama Plak.. Suara tamparan itu melayang dari tangan amel. Sambil menggigit bibir bawahnya ia berkata, "saya gak kenal sama anda, dan saya tidak pernah menggoda siapa pun. Akan saya pastikan kita tidak akan bertemu kembali. Kalau pun saya hamil, tenang saja akan langsung saya gugurkan. Saya juga tidak sudi mengandung janin dari orang seperti anda." Namun akan kah masih sama ketika semua sudah terjadi? Ibarat bubur sudah tidak bisa kembali menjadi beras, begitu pula permasalahan amel. Kalau begitu mari kita simak perjalanan kisahnya.. Note: 15+, Bukan cerita dengan adegan dewasa ya, tapi mungkin kalian akan menemui kata yang sedikit kurang pantas.
All Rights Reserved
#1
kantor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ISTRI SETELAH CINTA
  • 9096 (Complete)
  • Revenger Cries New
  • AMNESIAL (END)
  • Sweet RomanShit
  • Quarter Life CriShit [TAMAT]
  • Mr. Right For Now
  • Bukan Salah Karma [Terbit]
  • One Night Accident [End]

"Kamu harus merencanakan kehamilan segera setelah menikah dan memiliki anak secepat mungkin." Yerin Fadhillah mengangguk tanpa gentar. Dia tahu-cinta tak pernah benar-benar jadi bagian dari kesepakatan ini. Dia menerima syarat itu tanpa ragu. "Kamu yakin bisa menjalaninya?" Suara pria itu dalam, nyaris berbisik, namun menyisakan gema yang menyayat. "Aku akan berusaha. Setiap hari. Sepenuh tenaga." "Ya, aku bisa melakukannya." Yerin berpikir bahwa dengan banyak usaha, seorang anak akan segera hadir diantara mereka. Dia berharap cinta suaminya akan semakin dalam ketika mereka memiliki anak. Dia percaya bahwa tidak akan ada lagi kehidupan yang sepi dan menyesakkan setelah mereka punya anak. Namun, harapan itu hancur lebur setelah dua tahun pernikahan mereka. "Maaf... dengan kondisi seperti ini, peluang untuk bisa hamil sangat kecil." Suara dokter tenang, seakan tak sadar dia baru saja menjatuhkan palu pada harapan terakhir Yerin. Saat itulah dunianya menjadi sunyi dan hening. Tak ada tangis.... Tak ada teriakan.... Hanya suara deru napasnya sendiri yang tidak teratur, tiba-tiba terasa terlalu berat untuk dilanjutkan. ISTRI SETELAH CINTA

More details
WpActionLinkContent Guidelines