Home
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 24, 2023
Rindu telah menemukan rumahnya. Rumah yang asri,aman dan nyaman. Namun, semua berubah, ketika ia bertemu Chandra ; pria yang meluluh lantahkan hatinya ; menghanguskan cinta dan kepercayaannya. Hingga ia menyadari, bahwa ia telah jauh berkelana dari rumahnya. Rumah yang dibiarkan terbengkalai itu kini menjadi gundukan tak berbentuk. Hancur sudah hatinya melihat rumahnya waktu itu. Kini ia harus mencari dimana material untuk membangun rumah yang aman seperti dulu? dimana ia menemukan tempat nyaman untuk ditempati kembali, jika ia memiliki trauma berkelana? start : 12 - 2 - 23
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • acalapati
  • Kemana Arah Pulang?
  • "Terima kasih" Katanya (On Going)
  • Lucknut sirkel ✔
  • Irreplaceable You [✓]
  • Welcome to the Story
  • Bersamamu
  • Rumah yang runtuh[ TERBIT]
  • Your Home [COMPLETE]
  • Love Me Like You Do [ ✔ ]

"Ran, pulang, bapak udah sayang sama kamu." °°° Kegagalan seolah telah menjadi sahabat karib bagi Hiran-anak ketiga dari empat bersaudara yang lahir tepat di ambang keruntuhan keluarganya. Ketika kemewahan menjelma jadi kenangan dan tawa berubah menjadi diam panjang, Hiran hadir ke dunia. Bagi sebagian orang, ia adalah pertanda malapetaka. Pembawa sial, begitu mereka menyebutnya. Hiran tumbuh dalam keheningan yang tak pernah benar-benar ia mengerti, tapi selalu ia terima. Ia belajar membaca raut kecewa, menghafal letak luka yang tak terucap, dan memupuk kesadaran bahwa dirinya bukan siapa-siapa. Pada usia delapan belas, cinta adalah kemewahan yang tak pernah ia harapkan datang. Ia tahu diri-ia tahu batasnya. Namun, semua keyakinannya mulai runtuh ketika Arabella hadir-gadis dari dunia yang tak pernah Hiran pijak. Anak konglomerat dengan senyum yang mampu menembus dinding-dinding luka. Sekali tatap, cukup untuk mengguncang hati yang selama ini ia jaga mati-matian. Dan meski perasaannya tumbuh tanpa diundang, Hiran tahu satu hal pasti: cinta ini tak boleh hidup. Ia akan menguburnya, sebelum harap kembali menyakitinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines