Rahasia Ibu
  • WpView
    LETTURE 801
  • WpVote
    Voti 4
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, mar 9, 2015
Kelembutannya tetap terasa selamanya tanpa harus ia berbicara meminta dianggap ada. Tak ada satu katapun yang ia anggap rahasia, atau tersembunyi dari kasat mata anak-anaknya. Kalaupun ada sebuah rahasia, itu bukan ketidak jujuran sebenarnya. Karena ia selalu tak ingin laranya tampak dan tangisanya pecah terdengar. Sesungguhnya ia penjaga hati anak-anaknya dengan kesucian cinta dan kemuliaan hati yang dibawanya hingga penghujung usia. Ibu, adalah malaikat tak pernah punya sayap, mahkota atau gaun yang berenda Emas. Karya: Eko Hartono Bagi teman" yang belum pernah Membaca karya Eko Hartono (Rahasia Ibu) bisa baca disini, atau bisa juga teman" membelinya ditoko buku terdekat dan ini Merupakan repost dari novel Rahasia Ibu, karya Eko Hartono.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Midwest Princess
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • A Letter to My Sister
  • Gus Raffi ( Mengungkap Tabir Mimpi 101 Butir Tasbih)
  • Langit yang tak pernah pulang
  • Angel To Raya (END)
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Suamiku Amnesia (REPOST)

"Dengarlah, anak-anak Crimson... tentang langit yang dulu bersinar, dan kini menangis darah. Pernah ada masa, jutaan tahun silam, saat sayap terang dan tanduk gelap bertarung di atas awan. Malaikat-pembawa harapan. Iblis-penggenggam kehancuran. Mereka menari di langit, mematahkan bintang-bintang, dan bumi menjadi panggung untuk dendam yang tak selesai. Gunung meledak, laut berubah bara, dan doa-doa jadi abu dalam perang yang tak berakhir. Tak ada pemenang, hanya dunia yang retak. Crimson-namanya lahir dari luka, warna tanahnya pun seperti hati yang pernah dicabik taring neraka. Kini... roh gentayangan mengeluh di lorong-lorong senyap, bayangan berjalan tanpa tubuh, dan sihir-ah, sihir kini lebih mirip kutukan daripada keajaiban. Tapi dengarlah baik-baik, di tengah reruntuhan dan langit yang patah, selalu ada satu cerita kecil yang berani menyalakan nyala- meski api itu kecil dan nakal, ia bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih besar..." (Si penyair menutup matanya, tersenyum pelan. Dan angin Crimson kembali berbisik)

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti