The Reason

The Reason

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 11, 2023
Seperti sebuah lagu: Bangau oh bangau Kenape engkau kurus? Macam mana aku tak kurus? Ikan tak nak nampak Ikan oh ikan Kenape kau tak nampak? Macam mana aku nak nampak? Rumput panjang sangat Dst. Iya, aku tahu. Kalian ikut bernyanyi kan? Lucu, 'kan? Dari lagu ini kita tahu, segala di dunia ini memiliki sebab. Seberapa sepele pun hal itu. "Aku mencintaimu tanpa alasan apapun" "Entah mengapa aku takut" adalah beberapa kalimat yang tidak valid. Cinta dan benci. Suka dan duka. Juga emosi-emosi lain seperti cemas, marah, jijik, takut, dan lain sebagainya. Segalanya mempunyai sebabnya masing-masing. Satu atau dua, atau bahkan beberapa. Hanya saja, manusia gemar menutupi sebab-sebab itu. Membuatnya tersamarkan seolah tiada. Terlalu gengsi atau sekedar malu menyebutkannya. Segalanya akibat pasti memiliki sebab. Itu mutlak. Ps: Hai, makasih dah mampir^^ Mungkin update-an aku nggak bakal terlalu terjadwal, tapi aku usahain sesering mungkin~ Aku bakal berterimakasih buat vote dan comment kalian┌⁠|⁠o⁠^⁠▽⁠^⁠o⁠|⁠┘⁠♪ Makasiih~~
All Rights Reserved
#160
sanha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Because I'm Stupid (End)
  • Love Affair : My Destiny
  • My Friend Is My Strength
  • MY SWAG ROCKY || ASTRO FANFICTION [TAMAT]
  • My Friend and My Bestfriend
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • KEPERGIAN SENJA
  • Printemps

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines