𝘗𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 & 𝘚𝘶𝘵𝘳𝘢 (𝘋𝘪𝘯𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘡𝘩𝘢𝘯𝘨) 𝐎𝐧-𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠
Dunia Mengenalnya sebagai Kaisar Zhang Linghe, sang Elang Utara yang tak mengenal ampun. Namanya adalah bisikan maut di medan perang dan bayangan ketakutan di aula istana.
Baginya, cinta hanyalah kelemahan yang harus dipotong, dan wanita hanyalah pion di papan catur kekuasaannya. Namun, segalanya berubah ketika ia menginjakkan kaki di tanah Kerajaan Shangguan yang telah ia taklukkan.Di tengah puing-puing istana yang masih berasap, ia menemukan Qingkui. Ia bukan sekadar putri yang kalah. Ia adalah api yang menolak padam di tengah badai salju. Dengan belati di tangan dan kebencian yang membeku di mata, Qingkui berdiri tegak di hadapan pria yang telah menghancurkan dunianya.
Zhang Linghe seharusnya membunuhnya hari itu, namun ia justru melakukan sesuatu yang lebih kejam ia membawanya pulang.
"Kau adalah tawananku" bisik Zhang Linghe di telinga Qingkui saat ia menyeretnya menuju Ibukota Zhang.
"Dan aku adalah kematianmu" balas Qingkui dengan suara setajam sembilu. Pernikahan mereka adalah sebuah medan perang baru.
Di atas ranjang naga yang luas, ada jurang kebencian yang memisahkan. Di balik jubah permaisuri yang megah, tersimpan belati yang siap menghujam jantung sang kaisar. Namun, di istana yang penuh dengan pengkhianatan, racun, dan musuh dalam selimut, mereka menyadari satu hal yang mengerikan. Musuh yang paling berbahaya bukanlah mereka yang memegang pedang di luar sana, melainkan debaran jantung yang mulai tumbuh di antara luka dan dendam.
Dapatkah cinta tumbuh di atas tanah yang telah disirami darah keluarga? Ataukah mereka berdua hanya akan menjadi abu dalam api obsesi yang mereka ciptakan sendiri?
'𝙼𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐 𝙲𝚘𝚞𝚙𝚕𝚎 𝚆𝚊𝚗𝚐 𝙲𝚑𝚞𝚛𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚍 𝚉𝚑𝚊𝚗𝚐 𝙻𝚒𝚗𝚐𝚑𝚎'