Love Destiny

Love Destiny

  • WpView
    Leituras 214,226
  • WpVote
    Votos 4,494
  • WpPart
    Capítulos 24
WpMetadataReadConcluída sáb, jun 15, 2024
Diawali dengan kenikmatan, lalu berakhir dengan kekecewaan semua orang. Cinta itu kadang menyesatkan. Hadirnya bukan semata untuk memberi kebahagiaan, sebab derita pun menjadi bagian di dalamnya. Banyak hal yang Zinnia korbankan. Banyak pula penderitaan yang Zinnia rasakan sendirian. Sepuluh tahun adalah waktu yang tidak sebentar. Tapi harapan yang telah Zinnia lambungkan malah berakhir tidak sesuai. Cinta yang Zinnia anggap masih miliknya, nyatanya tidak lagi dapat Zinnia genggam seperti semula. Entah kedatangannya yang terlambat atau memang rasa yang tak lagi berpihak. Yang jelas Zinnia kecewa, hingga Zinnia merasa semuanya sia-sia. Namun benarkah asa itu tidak lagi ada? Lalu kenapa hatinya tidak ingin juga menyerah?
Todos os Direitos Reservados
#23
diluarnikah
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • SWEET DESTINY
  • Perempuan Kedua
  • Pernikahan yang Gillian Inginkan
  • Welcome My Happiness
  • antara janji dan kenyataan : janji yg menyakitkan
  • Pelangi Setelah Senja
  • Kesetiaan Zayn [END]
  • Cinta Tersembunyi-Tamat

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo