Sajak Tanpa Melodi

Sajak Tanpa Melodi

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 3, 2023
"Bukankah jalan takdir memang sudah dituliskan? Tak terbantah dan enggan dirubah. Kita hanyalah insan yang berjalan berdampingan. Atau cuma sekadar sejenak berpapasan. Lalu berpisah. Dan saling mengakhiri kisah. Kita bagai sajak tanpa melodi. Semua hal tentang kita seperti irama yang tak henti. Segala rasa, kehangatan, pelukan, maupun kecupan selamat malam. Tak henti membuat hatiku berdesir tak keruan. Jalan perpisahan sudah lama kita sepakati. Namun hati tak kan pernah menghianati." Biarkan ia terlelap sebentar, merasakan segala kisah yang melara dan menyakitkan. Tanpa mendebat siapa yang berhak disalahkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • di akhir perang
  • Love & Tears
  • "Jejak dalam Sunyi"
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • BENANG MERAH (End)

" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines