Story cover for Table For Two by Volry-Time
Table For Two
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jan 03, 2023
Mature
"Ibu yang tersenyum dengan mengenakan celemek itulah di saat aku masih bisa mendapatkan rasa kebahagiaan dan kehangatan bersama ibu ku yang sangat ku sayang." 



Wakaba adalah seorang anak berumur  15 Tahun yang menduduki tingkatan SMA 1, telah kehilangan senyumnya karena kurang mendapatkan cinta dari seorang ibunya yang berjuang untuk mencari nafkah dan masih bisa menghidupi wakaba, sampai akhirnya Ibu dari wakaba sendiri kabur entah kemana dan ia terpaksa harus tinggal bersama saudara jauhnya, Kazutomo. 

Kazutomo sendiri adalah seorang saudara jauhnya wakaba yang sudah bekerja dan tinggal mandiri di sebuah apartemen yang kecil. Dari awal, sikap keduanya sangat bertolak belakang tapi, entah mengapa karena suasana yang hangat dari makanan yang sudah tersedia di meja untuk mereka berdua membalikan hubungan mereka yang bertolak belakang menjadi lebih dekat seperti Ayah dan Anak. 



Table For Two present.

By : Rumi Ichinohe 
insp : comics Table For Two vol. 1
All Rights Reserved
Sign up to add Table For Two to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Rumah Sepasang Luka ✓ by _SahabatReza
52 parts Complete
Prekuel 'Still The One' "Terlalu banyak hal yang aku takuti, merasa lelah dan tak bisa meraih mimpi. Dunia terlalu kejam untuk aku yang takut sendiri." - Mayang Eira Calista *** Ini tentang Aby dan Maya, yang terpaksa harus menikah di penghujung masa SMA karena kejadian salah paham yang menimpa mereka. Semuanya terjadi begitu saja, mereka kepergok tidur bersama di kamar Maya. Menikah muda dengan status masih SMA tidaklah mudah, apalagi setelah kejadian itu hidup keduanya benar-benar berubah. Banyak rintangan yang harus mereka lewati berdua, melanjutkan hidup tanpa bimbingan orang tua, atau orang-orang terdekatnya. Keduanya terluka, sama-sama kehilangan rumah tempatnya pulang. Jika rumah Maya sudah hancur jauh lebih lama sebelum kejadian itu, berbeda dengan Aby yang dipaksa pergi karena tak dipercaya lagi. "Lo bisa percaya sama gue kan, May?" "Percaya apa?" tanya Maya tak mengerti. "Mungkin kehidupan kita akan lebih sulit ke depannya, apalagi dengan status kita yang suami istri dan juga pelajar. Orang akan menilai kita dengan sebelah mata, kalau tau. Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, gue akan berusaha untuk terus jagain lo. Berusaha untuk membuat lo tetap baik-baik aja bersama gue. Untuk itu, gue tanya. Apa lo bisa percaya sama gue?" "Gue bisa percaya, selagi lo nggak akan tinggalin gue. Gue takut sendiri, By." "Lo nggak akan pernah sendiri, gue nggak akan tinggalin lo." Pada saat itu, semuanya dimulai. Mampukah mereka menjalani hari-hari terberatnya? Apalagi, ketika tahu Maya hamil. Apakah Aby dan Maya bisa menerimanya? •Rumah Sepasang Luka• 18+
You may also like
Slide 1 of 9
FILOSOFI RUMAH cover
Rumah Sepasang Luka ✓ cover
AZELLO [END] cover
#1 Only You (Complete) cover
ALEYA~~ cover
I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon cover
↷✦;𝐌𝐲 𝐧𝐞𝐰 𝐥𝐢𝐭𝐭𝐥𝐞 𝐰𝐨𝐫𝐥𝐝|𝐆𝐚𝐤𝐮𝐞𝐧 𝐁𝐚𝐛𝐲𝐬𝐢𝐭𝐭𝐞𝐫❞ [HIAT] cover
Jadi Baby?! [Lengkap] cover
Rumah Penuh Cerita cover

FILOSOFI RUMAH

31 parts Complete

Deskripsi Cerita: Di rumah ini, pagi dimulai dengan teriakan Audy yang protes karena Mas Aksara iseng menyembunyikan kaos kaki sebelahnya. Lalu, diikuti dengan Mbak Anin yang sok bijak tapi selalu kena mental karena dua adiknya terlalu absurd. Ibu? Dia sudah kebal dengan kegilaan anak-anaknya, cukup menghela napas dan berharap rumah tidak berubah jadi arena smackdown. Namun, di balik candaan, keisengan, dan suara gaduh setiap hari, ada sesuatu yang lebih dalam-sebuah perjalanan. Tentang keluarga yang sempat goyah tapi kembali kokoh. Tentang tawa yang sempat hilang, lalu ditemukan lagi. Karena meskipun kadang menyebalkan, rumah ini tetaplah rumah, tempat di mana mereka selalu kembali, tidak peduli seberapa jauh kaki melangkah. »»---->☆(ノ◕ヮ◕)ノ*<----«« "Rumah itu bukan cuma tempat kita tidur. Rumah itu tempat kita pulang, meskipun kadang isinya penuh orang ngeselin." -𝐀𝐮𝐝𝐲 𝐒𝐞𝐧𝐚𝐧𝐝𝐢𝐤𝐚- "Hidup itu nggak selalu adil, tapi selama ada orang yang bisa bikin kita ketawa setelah nangis, berarti kita nggak sendirian." -𝐀𝐤𝐬𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐰𝐢 𝐉𝐚𝐠𝐫𝐚𝐭𝐚𝐫𝐚- "Kita nggak bisa menghindari luka, tapi kita bisa memilih untuk tetap berjalan, meski sambil bawa bekasnya." -𝐀𝐧𝐢𝐧𝐝𝐲𝐚 𝐃𝐢𝐲𝐚𝐡 𝐀𝐲𝐮 𝐒𝐚𝐦𝐢𝐫𝐧𝐚𝐭𝐚- 𝐂𝐨𝐯𝐞𝐫 𝐛𝐲 𝐩𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫𝐞𝐬𝐭.