Cinta Adalah Luka

Cinta Adalah Luka

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 13, 2023
WpInfo
Poetry
Cinta adalah Luka Cinta ialah emosi yang kuat dan ketertarikan pribadi, sedang luka ialah sebuah rasa sakit sebab terlalu dalam mencinta Dulu kukira cinta hanyalah perihal bahagia, tawa, canda. Tapi sebuah kejadian mengerikan dalam hidupku menyadariku bahwa cinta adalah luka Aku pernah hancur berantakan sebab terlalu dalam mencinta Aku pernah terluka hingga babak belur sebab cinta Hingga aku menuliskan antologi ini, untuk aku, kamu dan kita semua yang terluka.
All Rights Reserved
#644
duka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MATI RASA
  • BARA & NARA
  • Ruang Rasa
  • Between Two Heart's
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • Ketika Pangeranku Bernama Baby Grey
  • Historia De Amour
  •  Aku Dia dan Dia
  • ANTOLOGI CERPEN KENANGAN
  • My Poems!
MATI RASA

Hanya sebuah pertemuan tanpa kata, namun cukup urituk membuat Ziya dan Azain saling menemukan dunia baru. Di sana, di antara aroma kertas dan keheningan koridor, sebuah rasa mulai tumbuh. Namun, mencintai Azain ternyata tidak semudah menggambar sketsa di atas kertas. Ada jurang perbedaan antara keluarga, ada pun restu yang menghambat, dan ada kecemburuan yang sering kali menusuk tanpa permisi. Saat kelulusan tiba, sebuah janji diikat erat. Mereka percaya bahwa jarak antara dua Sekolah Menengah Kejuruan yang berbeda tidak akan mampu mengikis rasa. Namun, Ziya keliru. Dunia SMK yang baru ternyata membawa angin yang berbeda bagi Azain. Bersama seragam barunya, hadir pula sosok perempuan lain yang perlahan menghapus jejak Ziya dari ingatan laki-laki itu. Tentang cinta yang berawal dari ruang Tata Usaha, tentang keluarga yang tak sejalan, dan tentang sebuah janji yang akhirnya luruh saat sosok baru menjadi pemenang. Apakah Ziya harus tetap menggenggam sisa-sisa kenangan, atau membiarkan pensilnya menggoreskan takdir yang baru? -Anaqilla Ziyana

More details
WpActionLinkContent Guidelines