ALANA (On Going)

ALANA (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 38
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, feb 22, 2023
WpInfo
Ficción
Romance
Ini story pertama gue, mohon supportnya. Follow dulu kali ya sebelum baca :). Vomment JUSEYO . . Alana reflek menutup matanya ketika melihat tangan Ica yang sudah terangkat. Tapi, tunggu, Alana tidak merasakan apapun, tidak terjadi apa-apa? tanyanya dalam hati. Perlahan ia membuka matanya, seorang murid laki-laki menahan tangan Ica dan menatapnya dengan tajam, Alana jadi takut sendiri melihat tatapan itu, padahal yang di tatap itu si Ica. "Seenggaknya kalo udah bego, gak usah kasar juga." Kata laki-laki itu dengan nada penuh penekanan, tangan Ica di hempas begitu saja setelah di cengkeram dengan kuat, membuat gadis itu sedikit terhuyung. "Liat aja lo Aksa, lo gak boleh ikut tertarik sama dia kaya yang lainnya. Apapun caranya." Gumam Ica dengan nafas memburu menatap kepergian Aksa yang menarik Alana menjauh dari sana. Start: Desember 2022
Todos los derechos reservados
#46
marvin
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Vericha Aflyn ✔️
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • DEAR MR.COLD
  • MOLLARLAN[End]
  • The Rainy Night || End.
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Shafiqa [OPEN PO]✓
  • VASSILISCA (END)

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido