MBTI Group Chat ✔

MBTI Group Chat ✔

  • WpView
    LECTURES 43,064
  • WpVote
    Votes 3,741
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadTerminé mar., mars 28, 2023
Status: Tamat. Genre: Komedi, Slice of Life. INFP: Aku ingin beli kucing. Menurut kalian bagaimana? ENTP: Para manusia kejam yang menganggap bahwa hewan tidak memiliki hak atas diri sendiri. Ckck. INFP: Tidak. Bukan begitu maksudku. ENTP: Lihat. Kamu bahkan ngga bisa bantah. INFP: Maaf. Aku ngga bermaksud begitu. Aku akan introspeksi diri. INFP keluar dari obrolan. ISFJ: ... ESTP: Bro, bukannya kemarin kau baru beli kucing? ENTP: Bwahahahaha.
Tous Droits Réservés
#2
intp
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Arvando Bramasta (End)
  • CRUSH [ON GOING]
  • PARTNER JOB? - HEERINA
  • Don't Talk About Money
  • Perihal Sandwich(End)
  • ROMEO(NG) * [On Going]
  • MFS ✓
  • Antara Kopi, Debat, dan Detak Jantung

| Self discovery | Family & Relationship| slice of life | coming of age | "Behind The Smile" Di balik tawa dan vibes ceria, siapa yang nyangka ada luka yang nggak kasat mata? Ini cerita tentang tiga anak muda yang hidup bareng di satu tempat, tapi masing-masing punya "baggage" hidup yang berat banget buat diomongin. Ada yang struggle banget karena nggak pernah dapet support penuh dari keluarga, terutama soal pendidikan. Komentar negatif dari orang sekitar bikin overthinking nggak kelar-kelar. Ada juga yang tumbuh di keluarga broken home, dipaksa ngikutin mimpi orang tua yang nggak nyambung sama passion-nya. Kasih sayang? Nihil. Dia cuma bisa bertahan karena nggak punya pilihan lain. Terus ada lagi yang mentalnya udah remuk karena sering dibandingin sama saudara atau orang lain. Support emosional dari keluarga? Jangan harap. Mereka keliatan fine di luar, senyum terus, ketawa terus. Tapi di balik itu? Mereka lagi perang sama diri sendiri. Pas hidup makin kerasa toxic dan jalan keluar nggak kelihatan, apa mereka bisa nemuin power buat bangkit lagi? Let's find out their journey-raw, real, and relatable banget dalam "Behind The Smile"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu