⛔NO PLAGIAT!!! MURNI PIKIRAN AUTHOR YA GAES BYE ••••• Cerita ini mengisahkan seorang wanita remaja yang tersiksa di lingkungan dan mendapat banyak tekanan yang membuatnya stress dan susah untuk meluangkan waktu. Ia adalah sosok wanita kuat yang mampu tersenyum guna menutupi luka yang mengangan lebar di lubuk hati nya DI LUKAI PACAR DISIKSA KELUARGA DIBENCI LINGKUNGAN SEKITAR ANAK PEREMPUAN BRANDALAN gak ada setitik kebahagian yang menghampiri walau hanya sedetik saja rasanya Bahagia enggan untuk menyapa atau bahkan mampir sejekap saja. Tut Tut "Hallo Laris kenapa?" "Apa?!kamu sendiri?" "Keadaan nya lagi hujan kamu pasti takut ya?" "Bentar gue lagi di asrama tempat Alda tinggal," "Iya gue segera kesana bye!" Ucapan Mahen pada seseorang dari sebrang telpon menarik perhatian Aira dan Aldara yang kebetulan berada disamping Mahen. Dengan keadaan kepo Aldara menatap lamat-lamat Mahen dengan detail tidak ada kecurigaan yang di taruh Aldara untuk Mahen karena mata Mahen benar-benar sedang khawatir "Kamu kenapa Mahen?siapa tadi yang telpon?"tanya Aldara ikut khawatir "Laris,Larisa telpon aku Alda dia minta tolong karena dia takut hujan Al boleh kan aku ke kosan Laris?"izin Mahen pada Alda "Kamu lagi temenin aku Mahen!"sentak Alda kesal "Kamu! Punya hati nurani gak sih Da,dia lagi takut Alda isshhh bener dan bener lagi kata semua kalo kamu itu brandalan!"sentak Mahen ikut kesal "Bukan aku yang gak punya hati,tapi kamu gak bisa adil dan tegas!"tutur nya begitu kesal "Jangan tuduh seseorang gak bersalah Alda!aku ini udah adil jenguk sana sini ngerti!" "Pergi kamu Mahen!PERGI!"teriak nya frustasi •••• KEPO KAN!?CUS LAH SIMAK CERITA NYA!
Mais detalhes