Secret (Slow Update)

Secret (Slow Update)

  • WpView
    Reads 2,520
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 14, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"kaka hari ini kita sekola aku duluan yah mandinya" ayas kemudian melepaskan pelukannya "udah sana kalo gitu nanti gantian kaka mau bobo lagi bentar" Ayas yang melihat itu langsung menuju ke kamar mandi dan memulai ritual mandinya, tak selang beberapa lama ayas keluar dengan menggunakan seragam sekolah. Ayas menoleh ke kasur dan masih melihat kakanya tidur, ayas mendekat dan mulai mengambil selimut, selimut itu langsung saja di buang di lantai. Ayas kemudian mengangkat kakanya ala bridal style menuju ke kamar mandi. Ayas menyalakan keran air, "ya ampun banjir banjir, bunda banjir aaa..... " teriak adel dari dalam kamar mandi Ayas melihat itu hanya tertawa. Adel mulai tersadar bahwa tak ada banjir karena kini ia berada di Beathup yang terisi air. _________________________________________ Dalam perjalanan pulang mobil yang di kendarai adel zee dan ayas tiba tiba di hadang oleh sebuah geng motor "turun lo, yang buat adek gue luka turun loh" teriak seorang pria dari luar Adel dan zee hentak turun namun lagi lagi gagal karena di cekal oleh adiknya, "gausah turun ntar mereka cape juga pulang" ayas santai sambil bermain ponsel _________________________________________ Mereka sedang mengantar ayas opa dan juga oma yang akan kembali ke Belanda, "mom jaga ayas yah" pinta bunda "iya pasti" jawap oma "ayo kita berangkat kita tidak bisa terlalu lama di sini" opa meninggalkan mereka dan naik ke atas jet pribadi
All Rights Reserved
#31
adeljkt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • GOOD STORY LOVE
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • Abigail Husband Is Dangerous √Sequel  TDTM√ (SELESAI)
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)

Zaki Keenan Mahendra adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara, ia sempat menuntut ilmu di Mesir selama 3 tahun, Zaki itu orang yang sangat cuek dan dingin kepada perempuan kecuali dengan keluarganya. Zaki memiliki satu Abang yang sudah menikah juga sudah memiliki anak laki laki Kayla nadhifa Habiba adalah anak bontot dari 3 bersaudara yang sangat di sayang dan sangat di jaga dengan keluarganya. Kayla memiliki 2 Abang yang masih single dan sibuk dengan pekerjaannya masing masing "Assalamualaikum umi," ucap laki laki tersebut yang sedang menelpon seseorang "Wa'alaikumusalaam nak," jawab wanita paruh baya di sebrang telepon "kamu sudah sampai nak," tanya wanita paruh baya tersebut "Sudah umi, baru saja sampai," jawab laki laki tersebut "umi yang jemput aku siapa," tanya laki laki tersebut "Di jemput abang sama Abi nak, seharusnya si sudah sampai," jawab wanita paruh baya di sebrang sana "Gitu ya umi, yaudah telepon nya Zaki matiin ya umi, Zaki mau cari Abi sama Abang," ujar laki laki tersebut-- Zaki Keenan Mahendra "Iya nak silahkan," jawab wanita disebrang sana "Assalamualaikum," ucap Zaki setelah mendengar jawaban sang umi "Wa'alaikumusalam nak," jawab wanita paruh baya tersebut. setelah salamnya di jawab Zaki pun mematikan teleponnya. Saat ini di dalam salah satu rumah di jakarta sedang adanya rengekan dari anak perempuan yang kurang lebih sudah berumur 19 tahun, dengan tinggi badan 165 cm. Anak gadis itu sedang merengek agar liburnya di perpanjang "Bunda, pulangnya Minggu depan aja," rengek gadis tersebut "Gabisa sayang, bunda izinnya hanya 3 hari dan besok pagi kamu sudah harus kembali ke pondok," sahut wanita paruh baya yang di panggil bunda dengan anak gadis tersebut. "Bundaa, tolong lah kali ini aja ya pliss," rengeknya dengan mata memelas yang sudah berkaca kaca seperti ingin menangis menatap sang bunda "Gabisa sayang, sudah ya kamu besok kembali ke pondok," kekeh sang bunda

More details
WpActionLinkContent Guidelines