Wound Bound

Wound Bound

  • WpView
    Membaca 4,009
  • WpVote
    Vote 631
  • WpPart
    Bab 27
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 24, 2024
Raga terbelenggu luka Duka membunuh sukma Memang berat untuk melupakan sosok yang dicintai apalagi menjadi sosok penguat baginya. Walaupun ia berusaha untuk melupakan kenangan itu, tapi hatinya akan selalu kembali pada sosok itu. Lelaki yang bagaikan Bulan di tengah kegelapan. Sia-sia jika Laura berharap Alfa kembali, lelaki itu sudah nyaman berada di Bulan, tidak merasakan sakit lagi. Tapi kesedihan Laura begitu menyiksannya, hingga ia tidak takut untuk menghakiri hidupnya, agar bisa menemani Alfa di langit sana. Mungkinkah Laura membiarkan kehilangan mengambil alih tubuhnya, atau bersahabat dengan kehilangan itu? Bisakah matahari menjadi satu-satunya penerang karena Bulan telah beringsut pergi dari singgasananya? INI CERITA KELANJUTAN "BURNED WOUND" JADI WAJIB BACA CERITA ITU AGAR MENGERTI ALURNYA Semoga usai hujan badai itu, bintang akan muncul, menggantikan sinar bulannya. "Semakin melupakanmu, semakin membuatku tersiksa."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#370
youngadult
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Golden Blossoms (End)
  • Cahaya Untuk Bulan
  • Oh, My CRUSH! (TAMAT)
  • ARGA [REVISI]
  • Kala Langit Abu-Abu (TERBIT)
  • EVELYN [SUDAH TERBIT]
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Mari Saling Bicara
  • Nap of Love
  • Titik Nol Paling Sunyi

Bagaimana jadinya jika orang yang selalu melindungimu kembali, sosok yang selalu kau kira sebagai malaikat kecil. Cinta yang terjalin di taman bermain yang terbengkalai. Tapi tidak mengetahui alasan kenapa dia kembali, tidak tahu jika ia kabur dari rasa penyesalan hingga kematian seseorang. Namun bukan itu alasannya, ia hanya kembali untuk melindungi cinta pertama hingga akhir hidupnya. Tanpa orang lain tahu ternyata ia menderita penyakit yang bisa kapan saja merenggut nyawanya. Tetap tersenyum dengan kesedihan itu untuk membahagiakan sang pujaan hati. Seolah permainan rasa, cinta yang pergi itu ternyata semakin menjauh. "Suaramu tetap membisikkan kenyamanan kepadaku, walau dirimu tak ada lagi. Bagaikan pita kaset kusut yang berputar samar di benakku. Kehadiranmu adalah pernyataan bangga bahwa kaulah bentuk pelindung melebihi kekuatan di dunia ini Sekarang betapa sepinya kini tampah dirimu lagi. Walaupun kenangan kecil sungguh berarti hingga aku ingin merasakannya kembali. Jika bunga masih hidup setelah diinjak kuyakin kisah kita masih berlanjut nanti. Kau tetap membuatku mekar dengan sinarmu yang bagaikan emasnya senja. Kaulah malaikat kecilku yang selama ini kuinginkan lagi. Ku harap tuhan masih bijak untuk menakdirkan pertemuan kita" _kim So Hyun

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan