Time After Time : The Cure

Time After Time : The Cure

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 6, 2023
Orchidea Hanindya Kusuma nyatanya telah menjadi rapuh. Terus menerus menghadapi jalan sulit dimana kerikil telah menjadi batu besar dan berjumlah tak hingga menghadangnya terus menerus. Seluruh luka hidup yang ia kira telah berhenti nyatanya bertahun-tahun terus menerus mengeluarkan darah hingga membusuk di dalam dirinya. Ia sadar ternyata dirinya tidak seikhlas itu dalam menyikapi hidupnya. Kepedihan yang ia pikir telah dirinya sikapi dengan memaafkan dan menghapusnya ternyata telah menggunung jauh di dalam sana dan meledak di saat waktu krusial di hidupnya. Hukuman untuk dirinya sendiri telah menjadi rutinitas wajib setiap hari. Hal itu nampak jelas berdampak pada sikapnya yang mendorong jauh orang di sekitar serta prinsip hidupnya yang dulu ia pegang erat, rutinitas kesehariannya yang kacau, hingga tubuh dan rupa yang nampak mengurus itu. Nyatanya dia yang seringkali dianggap penyembuh yang tepat oleh orang lain telah gagal menyembuhkan dirinya sendiri. Seperti wadah yang menampung bala semua orang namun sudah mencapai batas akhir dalam menahan keretakan yang menghiasi penuh wadah itu. Cerita ini hanyalah fiksi belaka sehingga mohon maaf jika ada ketidaksengajaan atas kemiripian yang ada di dalam cerita ini dengan apa yang terjadi dengan pembaca. Tulisan ini murni imajinasi penulis tanpa meniru cerita di tempat manapun. Terima kasih. Time After Time The Cure "Happiness or Pain, Who's the cure" Second story R_flaw Present
All Rights Reserved
#309
world
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Bukan Denyut Terakhir, kan?
  • Self Injury's(complete)✔
  • FIX YOU [TERBIT]
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • I'm obsessed with you
  • Breathe

Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines