Kecantikan itu di buru, karena selama ini Mirah tak pernah mendapatkan kemesraan dari pemuda mana pun. Usianya sudah cukup padat: 33 tahun. Rindu ingin bercinta membuat Mirah nekad mencoba buku temuannya. Sebuah buku kuno yang secara tak sengaja di temukan, yang mempunyai sebaris mantera penggugah Dewi Kecantikan.
Maka, ketika cermin itu menjadi hitam, lalu membening terang, tampaklah seraut wajah cantik yang menggetarkan hati setiap lelaki. Itulah wajah Mirah yang baru.
Sayang, kecantikan yang mengagumkan itu menuntut tumbal bagi mereka yang masuk ke dalam jebakan Mirah. Lalu kematian demi kematian terjadi bagi mereka yang bermesraan dengan Mirah. Kemesraan itulah yang menambah usia sehari bagi kecantikan yang ada.
Julio, seorang pemuda tampan yang berpenampilan ekslusif, telah terjerat oleh kecantikan tersebut dan siap untuk menjadi tumbal.
Sementara Lala, pacar Julio, yang mengetahui bahwa Julio akan di jadikan tumbal itu, berusaha untuk menggagalkan kekejian Mirah itu. Tapi bagaimana caranya? Haruskah ia mencoba mantera gaib pencipta serut kecantikan itu?
Genre : Horror, Mystery, Thriller, Romance, Adult
Pasca mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki kirinya lumpuh dan ditipu sampai tidak memiliki aset apa-apa di sakunya, Isvara akhirnya menerima undangan kakeknya untuk tinggal di desa agar mereka bisa hidup bersama.
Semua warga desa memperlakukannya dengan baik, hanya saja desas-desus mulai terdengar, jika mereka tidak diizinkan keluar di malam hari.
Isvara selalu patuh, sebelum akhirnya dia mendengar jeritan di luar jendela kamarnya. Melihat seorang wanita ditikam berkali-kali dengan parang oleh tukang kebun di rumah mereka.
Isvara sangat ketakutan. Besoknya, dia melihat wanita yang ditikam itu baik-baik saja, dan tukang kebun di rumah masih memperlakukan Isvara dengan ramah.
Isvara merasa sangat aneh. Dia memutuskan untuk meninggalkan desa itu.
Sayangnya, pembunuhan demi pembunuhan terjadi bertubi-tubi. Dia tidak diizinkan untuk lari.
Lalu ... Isvara akhirnya mengetahui, kalau sebenarnya ... sejak lama kakeknya melakukan pesugihan, dan Isvara adalah korban yang akan dijadikan tumbalnya.