Januari
  • WpView
    reads 78
  • WpVote
    Stemmen 16
  • WpPart
    Delen 8
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd din, jan. 28, 2025
"Lo udah berhasil bikin cinta gue dari nol ke seratus, dan setelah itu lo ninggalin gue. Tanggung jawab sama cinta yang udah terlanjur gue rasain!" ~ Adinda _________________________________________ Katanya, cinta cowok itu dari seratus ke nol. Tetapi cinta cewek sebaliknya, dari nol ke seratus. Maka ketika sama-sama berada di titik lima puluh persen, segalanya terasa seimbang. Lalu bagaimana jika cintanya sudah bergeser ke titik lain? Bagaimana rasanya menjalani hubungan yang sudah tidak setara? Bagai di ambang dilema, antara melepaskan yang sudah lama dibangun, atau mempertahankan yang sudah tak setara. Lantas manakah yang akan Dinda pilih?
Alle rechten voorbehouden
#943
kisahkasih
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • DANADYAKSA
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Satria dan Nadya
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Segitiga [END]
  • LEITHLEACH

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen