primadona sekolah

primadona sekolah

  • WpView
    Reads 147,939
  • WpVote
    Votes 354
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 18, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Di sebuah sekolah terdapat dua gadis cantik. Mereka adalah Fenny dan Jessica sang primadona yang menjadi idola ku kebanyakan siswa. Semua mata tidak pernah melepaskan pandangan pada mereka. Bagaimana tidak rambut panjang sebahu, kulit yang putih mulus dan wajah yang cantik. Selain itu penampilan mereka begitu aduhai yakni seragam dengan kemeja ketat, rok abu - abu pendek diatas lutut serta kaos kaki panjang menutupi betis. Sayang dibalik penampilan luar yang indah terdapat keburukan di hati mereka
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • Suck It Up!
  • Azka's ( He Is My Brother's Best Friend )
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • Bad girls & Ketos
  • My Dolls
  • The Cupu Is A Doll
  • Aku Bukan Pemuas Hasrat (END)
  • SAVIER : HE'S A GOOD PAPA (REMAKE)
  • My Evil Girlfriend (End)
  • kenikmatan (21+) TAMAT
  • ZALISYA
  • My Wasabi Boyfriend ✔️
  • Ily and Ena

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines