TULISAN TANGAN ARUNIKA

TULISAN TANGAN ARUNIKA

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 7, 2023
Siapa bilang kalau jadi anak perempuan itu menyenangkan? Siapa bilang menjadi anak perempuan tidak usah menjadi harapan besar keluarga? Menjadi anak perempuan itu nggak segampang ekspektasi kalian, apa lagi mempunyai saudara-saudara yang bisa di andalkan dari pada dirinya sendiri. Kata mama, "mama nggak mau aku lahir kedua ini, kata mama adanya diriku hanya beban bagi mereka" , lantas aku harus jawab apa? "Nggak ada yang minta buat dilahirin di keluarga ini, nggak ada yang minta buat di besarin kaya sekarang, nggak ada juga yang minta di biayai sama mama ataupun papa, justru kalian lah yang harus bertanya kepada diri kalian masing-masing kenapa mau membesarkan anak yang tidak kalian anggap keberadaannya? "Ma, tolong kasih tahu Runi gimana caranya biar jadi kebanggaan mama? Gimana caranya biar jadi kebanggaan keluarga, setiap kali mereka memuji Abang, kakak, dan adik, aku ngerasa kalau aku emang beda, kalau aku emang nggak bisa banggain mama dan juga satu keluarga? Setiap kali di bandingkan aku hanya diam, tersenyum tidak mau berperilaku buruk di depan mereka, karena apa? Karena aku ngerasa emang aku nggak pantes di keluarga ini ngerasa semua hal di antara kita emang beda.
All Rights Reserved
#339
newjeans
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • AYARA [END]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • AFKARA [END]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • yang tak di inginkan  ( virgi )

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines