Bentala sastra Rea (TERBIT)

Bentala sastra Rea (TERBIT)

  • WpView
    Reads 1,576
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Dec 20, 2024
Bagaimana rasanya di abadikan oleh seorang penulis, dan di kenal dalam lukisan seorang pelukis? Aku Rea, seorang penulis, namun pada saat itu novelku pernah mendapat kendala terbit, dari penerbit mereka berkata bahwa novelku terlalu biasa saja, kisah cintanya juga tidak ada konflik. Padahalmah justru kalau tidak ada konflik itu seru ya, tidak ada pertikaian. Aku sendiri adalah seorang anak broken home hidupku benar benar hancur, aku kurang kasih sayang dari kedua orang tuaku. Mereka tidak pernah memberi efort, mau pun menyemangatiku, kedua orang tuaku sudah pisah mereka ada, namun perannya yang tak ada. sampai dimana aku berkenalan dengan seorang cowok namanya Merta, nama kepanjangannya pula Mamgata Amerta, artinya bayangan bulan yang abadi. Memang benar Merta abadi, abadi didalam karyaku, aku menjadikannya sebuah novel, Merta sendiri seorang pelukis, sama seperti mantanku dulu Atta ilal al rezi, aku juga mengabadikan Atta di dalam karya tulisku, namun Atta tak pernah menjadikanku objek lukisannya berbeda dengan Merta, bukan hanya aku Meeta juga mengabadikanku di dalam musium lukisan.
All Rights Reserved
#30
happyand
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADEEVA
  • Between us , I chose me
  • Dear Fenly || Un1ty
  • Air Mata Cinta
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • POLARIS
  • DANADYAKSA
  • Terima kasih Ravindra
ADEEVA

Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan, dalam hidup kita akan dihadapkan pada kenyataan yang menyenangkan bahkan yang menyakitkan, tapi kita tidak bisa menghindar dari semua kenyataan itu. Selain itu dalam hidup juga kita akan dihadapkan pada tantangan yang mungkin akan menyulitkan langkah kita, namun dengan semua tantangan itu hidup akan terasa lebih baik. Abigail Adeeva Afsheen, sumber kebahagiaan yang menyenangkan seperti cahaya bintang. orang tuaku memeberi nama itu agar aku dapat berbahagia nantinya tapi kebahagiaan seperti menghilang dari hidupku. Aku sempat berfikir dalam hidupku hanya terdapat sedikit kebahagiaan dan dipenuhi dengan kesedihan dan kehilangan, tapi dengan berjalannya waktu aku bisa memahami masalah terbesar dalam hidupku yaitu aku kurang bersyukur, aku selalu menyalahkan keadaan atas semua kejadian yang menimpaku selama ini sampai aku tutup mata dengan semua yang telah aku miliki, menutup mata terhadap orang-orang disekitarku yang menyayangiku dan terlalu fokus pada orang-orang yang telah pergi dari hidupku, kedua orang tuaku dan kedua sahabatku. Tapi sejak aku bertemu dengan dia, aku bisa menikmati hidupku, aku belajar tentang yang namanya dewasa bersama dia, dia mengajariku banyak hal, mengajariku bagaimana cara bersyukur dan menikmati hidup yang sedang aku jalani, dari dia juga aku belajar bagaimana cara menyanyangi dengan tulus tanpa menuntut balasan apapun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines