WHY SO BLUE

WHY SO BLUE

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 7, 2023
akankah cerita ini berakhir bahagia,bisakah tuhan berpihak kepadaku sekali saja. aku lelah, aku ingin menghilang seperti debu yang dihembus oleh angin. Suasana rumah yang begitu luas, indah dipandang luas bak istana menggambarkan kebahagian bagia sebagian orang, namun siapa sangka tidak demikian rupanya, tangis seorang ibu yang sedang melindungi putranya dari amukan amarah laki-laki, suaminya, tulang punggung keluarganya. entah apa yang terjadi bak siang kian menjadi malam, kebahagiaan yang awal telah dirasa sempurna kini telah sirna. " ayah, berhenti jangan memukulinya lagi, dia anak mu, pukul saja aku yah!' isakan seorang ibu yang kian pilu mendekap anak remaja yang kini terdiam menatap kosong, pikirannya kosong, rasanya dia mulai mati rasa. Syafi remaja kecil itu hanya bisa meringkuk dipelukan ibunya, dia tidak tau apa yang harus diperbuat, dia takut, dia hanya memandang kosong lantai di depannya yang terdapat bercak darah yang berasal dari sobekan kecil di bibirnya akibat pukulan sang ayah. " anak ini, tidak berguna bu, dia lemah! dia terlalu dimanja, dia lelaki kenapa lembek seperti perempuah hah!" amarah sang ayang tidak bisa dibendung. dia kecewa akan putranya yang tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan. kegagalannya dalam menjadi petinju membuat dia berambisi untuk menjadikan anaknya seorang petinju yang hebat, dia ingin kegagalannya dulu dapat terbalaskan, dia tidak puas, dia ingin sang anak bisa memenuhi ambisinya. 'jika bisa meminta aku juga ingin menjadi apa yang mereka inginkan menjadi sumber kebahagiaan dan bisa dibanggakan, namun apa yang bisa kuperbuat selain usaha, walah setiap usaha yang telah dilakukan tidak membuahkan hasil yang ayahku inginkah, akankah tuhan berpihak kepadaku kali ini, rasanya terlalu lelah dan aku merasa tidak sanggup' Syafi merenung setiap sore, menyendiri adalah waktu yang tepat untuk dia berbicara dengan dirinya.
All Rights Reserved
#721
fiksiumum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • KAIREL [END]
  • SETULUS CINTA SANG MUALAF
  • ★BABY ZION★
  • Bukan Cerita Kita
  • DeKaNa (END)
  • RUMAH KITA
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • F dan Z  ( and )

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines