SENANDIKA
  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Mon, Feb 6, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah ini berlatar belakang di Jakarta. Bagaimana kehidupan Isara Ladhiree yang mempunyai penyakit yang tidak dapat dilogika. Impian untuk kuliah di universitas ternama di Jakarta, kisah asmaraloka dan cerita persahabatan antara dia dan sahabatnya. Tapi, satu yang menjadi enigma. Apakah ini nyata atau delusi Isara Ladhisree saja? Dan akankah gadis itu dapat melewatinya?
All Rights Reserved
#60
kesehatanmental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • ZAWIL
  • Fragments Of Us (END)
  • Emergency Couple
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Yang Kusebut 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 [ ENDING ]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Laskar Jingga

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines