Begitu besar perasaan khaiil untuk Hera. Rasanya, waktu 2 tahun itu hanya sebentar, namun nyatanya itu waktu yang sangat lama memperjuangkan Hera.
Dari awal hingga diakhir kesempatan pun. Hanya penolakan yang diterima oleh Khaiil. Marah, kecewa itu yang ia rasakan saat rasanya ditolak.
Ia pikir, Dengan waktu 2 tahun ia bisa meluluhkan hati Hera. Namun nyatanya itu belum seberapa. Karena Hera sendiri pun memiliki luka yang membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkannya.
Mereka tak akan pernah tahu, Hera yang terlihat baik-baik saja didepan mereka adalah Hera yang palsu.
Hera yang sebenarnya adalah Hera yang penuh luka. Karena itu ia sulit menerima orang baru di kehidupannya.
________________________________________
"Kasih alasan yang jelas, kenapa Lo selalu nolak gua?"
"Lo buka cewek bego, yang gak tahu. Kalau gua sesuka itu sama Lo"
Saat ini, dibelakang gedung kosong sekolah. Dua orang yang sama-sama luka, satu orang luka atas rasanya yang tak pernah terbalas. Sedangkan satunya, masih belum terlepas dari bayangan luka dari masa lalu.
Hera menghela nafas panjang. Ia memandang khaiil yang saat ini sedang berdiri didepannya.
"Khaiil.."
"Alasannya Lo udah tahu khaiil. Masih sama seperti sebelumnya"
"Dari dulu sampai sekarang, gua gak punya rasa Ama Lo"
"Gua harap lni alasan jelas dan lu bisa terima. Karna sampai saat ini, itu yang gua paham tentang perasaan gua" jawab Hera menjelaskan tentang Perasaannya untuk Khaiil.
"Dika tunggu" ucap gadis lugu berbadan mungil yang memiliki mata sipit menghampiri cowok yang sudah lama ini dia incar.
"Nih sarapan buat Dika, sila sendiri loh yang masak khusus buat dika" memberikan kotak bekal yang bergambar beruang.
Tanpa menunggu lama Andika mengambil kotak bekal yang ada di tangan frisila
"Nih buat loh pasti loh belum makan kan" ucap Andika tanpa rasa bersalahnya memberikan kotak bekal kepada Alexa.
Frisila sangat terkejut dengan tingkah Andika "kenpa Dika kasih kasih makanan dika ke cewe lain" ucap frisila kesal
"Kenapa loh gak suka gue kasih ke orang lain, lagian gue juga sudah berbaik hati menerima pemberian loh, yah gue makan atau gak juga suka suka gue kan" ucap Andika membentaknya dan memasang tatapan sinis kepada frisila.
Frisila yang diperlukan seperti ini sangat sakit hati perlahan air matanya mulai membasahi pipinya, nyalinya menciut dan tak berani memandang mata elangnya Andika
Andika yang melihat frisila menangis sama sekali tidak memperdulikannya "air mata loh gak mempan buat luluhin hati gue" ucapnya dan pergi meninggalkan frisila yang tengah menangis di pojok lorong kelasnya
Akankah frisila bisa menaklukkan hati cowok yang sekeras es batu ? Yuk mampir ke cerita novel ice bear kesayangan gak kalah seru loh denger cerita bad boy story'🤗😚😚